Analisis Knowledge Gap pada Pembagian Air Irigasi sebagai Dasar Pembentukan Unit Pengelola Irigasi Modern pada Tingkat Pelaksana Studi Kasus Daerah Irigasi Colo
ANGGA MAY CHANDRA, Dr. Murtiningrum, STP., M.Eng.; Prof. Dr. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng.
2018 | Skripsi | S1 TEKNIK PERTANIANDalam pengelolaan irigasi di Indonesia yang pelaksanannya melibatkan pihak pemerintah sebagai penyelenggara dan pihak petani sebagai pengguna, maka anggota dalam organisasi lingkup daerah irigasi (DI) tersebut memiliki pengetahuan yang berbeda sesuai dengan kapabilitas dan kapasitas masing-masing dalam kegiatan O&P irigasi. Pengetahuan yang berbeda-beda tersebut mengakibatkan perbedaan cara pelaksanaan O&P irigasi pada tiap individu antara aturan dengan realisasi. Perbedaan pelaksanaan tersebut terjadi karena adanya kesenjangan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan yang dimiliki pihak yang terlibat, menganalisis korelasi antara karakteristik responden dengan tingkat penguasaan pengetahuan individu, dan mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan pada pembagian air irigasi. Penelitian dilakukan pada Daerah Irigasi Colo. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dengan responden P3A serta PPA dan Juru Irigasi yang merupakan tenaga kontrak dari GP3A/P3A setempat. Analisis yang digunakan yaitu skala likert, uji validitas, uji reliabilitas, tabulasi silang, dan analisis kesenjangan pengetahuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sumber pengetahuan responden berasal dari pengalaman dan pelatihan. Jenis pengetahuan yang dimiliki responden didominasi oleh pengetahuan tasit. Terdapat kecenderungan korelasi antara lama bekerja dengan tingkat penguasaan pengetahuan individu pada tingkat pelaksana O&P DI Colo dengan nilai Asymptotic Significance (2-sided) Pearson Chi-Square sebesar 0.046. Hasil dari analisis kesenjangan pengetahuan didapatkan 11 dari 13 pengetahuan memiliki kesenjangan pengetahuan yang signifikan. Nilai kesenjangan pengetahuan tertinggi pada pengetahuan pelaksanaan RTT dengan nilai 1.944. Nilai kesenjangan pengetahuan terendah pada pengetahuan catatan tanaman dengan nilai 0.222. Pelibatan P3A sebagai pihak pengguna dan penyelenggara dalam pembentukan Unit Pengelola Irigasi Modern (UPIM) pada tingkat pelaksana O&P DI Colo dapat dilakukan asalkan terdapat langkah-langkah kongrit untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan tersebut. Kesenjangan pengetahuan tersebut harus ditangani dengan mendalam apabila menginginkan UPIM yang berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan khususnya pada tingkat pelaksana O&P.
The implementation of irrigation management in Indonesia involves government as the organizer and farmer as the user therefore, the members within the organization of the irrigated system have different knowledge in accordance to their capability and capacity in operation & maintenance of irrigation activities (O&M). Different knowledge results in different ways of implementing O&M on each individual in between rules and realization. The difference in implementation occurs because of gaps of knowledge. This research aimed to identify the knowledge of the stakeholder, to analyze the correlation between the characteristics of the respondents compare with level of mastery of individual knowledge on each individual and identifying knowledge gap in distribution of irrigation water. This research was conducted in Colo Irrigation System. The instruments used were questionnaires for Water User Association (WUA) respondents also gate guard and field staffs who are contract workers from local WUA. Data was analyzed using likert scale, validity test, reliability test, cross tabulation, and knowledge gap analysis. The research result showed that, the source of knowledge of the respondents came from experience and training. The type of knowledge owns by respondents were dominated with tacit knowledge. There was a correlation trend between the length of work with the level of mastery of individual knowledge at the field level of O&M at Colo using Asymptotic Significance (2-sided) Pearson Chi-Square in amount of 0.046. The result of knowledge gap analysis found, 11 out of 13 questions had significant knowledge gaps. The widest knowledge gap was 1.944 for knowledge of planting pattern implementation. The narrowest knowledge gap was 0.222 for knowledge of cropping area records. The involvement of WUA as users and organizers in the establishment of Modern Irrigation Management Unit (UPIM) at the field level of O&M at Colo could be done as long as there were congruous steps to overcome the gap of knowledge. The gap of knowledge should be handled further if it desired UPIM that runs in accordance with what was expected especially at the field level of O&M.
Kata Kunci : Manajemen pengetahuan, kesenjangan pengetahuan, pembagian air irigasi, unit pengelola irigasi modern, P3A