FORMULASI SABUN MANDI CAIR DENGAN PENAMBAHAN LEMAK BIJI KAKAO APKIR
INAS NUR HAYATI, Sri Wijanarti, S.T.P., M.Sc
2018 | Tugas Akhir | D3 AGROINDUSTRIBiji kakao apkir adalah biji kakao yang tidak memenuhi syarat mutu SNI Nomor 2323:2008 dan memiliki kandungan lemak kakao yang masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kosmetik, seperti sabun mandi, lotion atau sampo. Lemak kakao memiliki manfaat sebagai bahan yang dapat melembabkan kulit dan memiliki anti-oksidan yang tinggi. Lemak kakao didapatkan dari proses penggilingan nib kakao lalu proses ekstraksi dengan metode konvensional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan lemak kakao apkir pada sabun mandi cair, menentukan persentase penambahan lemak kakao yang optimum pada proses pembuatan sabun cair dan mengetahui karakteristik sabun cair dari lemak kakao. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu ekstraksi lemak kakao, pra penelitian untuk menentukan formula sabun cair dan karakterisasi sabun cair dari lemak kakao. Formula sabun cair lemak kakao terpilih yaitu formula I dengan 21,88% minyak kelapa dan 9,4% lemak kakao, formula II dengan 18,75% minyak kelapa dan 12,5% lemak kakao, formula III dengan 15,63% minyak kelapa dan 15,63% lemak kakao. Hasil pengujian karakterisasi sabun cair lemak kakao menunjukkan adanya pengaruh penambahan lemak kakao pada pembuatan sabun cair. Penambahan lemak kakao berpengaruh pada bobot jenis, viskositas dan stabilitas busa. Semakin banyak penambahan lemak kakao maka nilai bobot jenis, viskositas dan stabilitas busa meningkat. Formula terbaik adalah II karena berdasarkan pengujian derajat keasaman (pH) memiliki nilai 10,4 -10,5 dan bobot jenis telah sesuai dengan standar SNI, memiliki viskositas yang tinggi, memiliki nilai presentase stabilitias busa >70%, dan berdasarkan yang paling disukai panelis melalui uji kesukaan. Kata kunci: biji kakao apkir, lemak kakao, sabun cair.
Rejected cocoa beans are cocoa beans that not fulfilling the quality standard of SNI Number 2323:2008 and contain cocoa butters which can be used to make cosmetics, such as soap, lotion or shampoo. Cocoa butters can moisturize skin and have high antioxidant. Cocoa butter obtained through the proceses of extracting rejected cocoa beans. The purpose of this study was to know the effect of the rejected butter cocoa beans addition in liquid soap, to determine the best optimum rejected butter cocoa beans addition and to gather the best characteristic of cocoa butter liquid soap. This study was conducted by three steps: rejected cocoa beans extraction, prelimination study to determine the formula and liquid soap characterization from cocoa butter. The formulation of cocoa butter liquid soap were formula I 21,88% coconut oil and 9,5% cocoa butter, formula II 18,75% coconut oil and 12,5% cocoa butter, formula III 15,63% coconut oil and 15,63% cocoa butter. The result showed that of the characterization test of the liquid soap with cocoa butter addition can influence the liquid soap making process, especially the specific gravity, viscosity and increase of foam stability. The best formula are formula II because of the soap have pH around 10,4 till 10,5 and specific gravity testing also fulfill the SNI criteria, the high of viscosity, the percentage of foam stability > 70%, and the best formula also determined by panelists preferences in preferences test.. Key words: rejected cocoa beans, cocoa butters, liquid soap
Kata Kunci : biji kakao apkir, lemak kakao, sabun cair