Laporkan Masalah

PENGELOLAAN WISATA ALAM BERBASIS MASYARAKAT DI KAWASAN HUTAN LINDUNG RPH MANGUNAN KPH YOGYAKARTA

FAIZAH ASMA FADHILAH, Wiyono T Putro, S.Hut., M.Si

2018 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN

Perubahan fungsi kawasan hutan di RPH Mangunan KPH Yogyakarta dari hutan produksi menjadi hutan lindung berdampak pada terbatasnya pemanfaatan hutan. Pemanfaatan hutan lindung di RPH Mangunan adalah untuk jasa lingkungan yaitu berupa wisata alam. Pengelolaan wisata alam di RPH Mangunan melibatkan masyarakat sekitar melalui Koperasi Notowono. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengelolaan, manfaat, dan kendala dalam pengelolaan wisata alam di RPH Mangunan. Penelitian ini dilakukan di kawasan hutan lindung RPH Mangunan KPH Yogyakarta yang terletak di Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan metode survey yang dilakukan dengan wawancara kepada 43 pengelola wisata alam dan dua pengurus Koperasi Notowono serta pemberian kuisioner kepada 50 pengunjung wisata alam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pengelolaan wisata alam di RPH Mangunan dilakukan dalam bentuk kemitraan antara KPH Yogyakarta dengan Koperasi Notowono. Manfaat yang dirasakan oleh pengelola wisata alam di RPH Mangunan adalah berupa amanfaat ekonomi, manfaat ekologi, manfaat sosial budaya, dan manfaat administrasi. Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan wisata alam di RPH Mangunan adalah kendala administrasi, kendala kelembagaan, kendala sumber daya manusia, kendala pendanaan, kendala pemasaran, kendala teknologi dan informasi, kendala peralatan, kendala aksesibilitas dan kendala keterbatasan air.

The transformation of forest area function in RPH Mangunan KPH Yogyakarta from production forest to be protected forest is affected to the limitation of forest utilization. The utilization of protected forest in RPH Mangunan is environment service in the form of natural attraction. Natural attraction management in RPH Mangunan involves the society by the Notowono Cooperative. This study aims to know the form of management, benefit, and the obstacles to managing natural attraction in RPH Mangunan. The research was performed in a protected forest area of RPH Mangunan KPH Yogyakarta which located in Dlingo, Bantul, Special Region of Yogyakarta. This research used a survey method which was performed by interviewed to 43 managers of natural attraction and 2 administrators of Notowono Cooperative and gave questionnaires to 50 visitors of natural attraction. The data obtained to be analyzed descriptively. The result was shown in the form of natural attraction management in RPH Mangunan done in partnership between KPH Yogyakarta with Notowono Cooperative. The benefits which could be perceived by the manager of natural attraction in RPH Mangunan were in the economic sector, ecology sector, socio-cultural sector, and administration sector. The obstacles which faced in managing natural attraction in RPH Mangunan were the administrations, institutional, human resources, financials, marketing, technology and information, equipment, accessibilities, and water limitations.

Kata Kunci : Keyword : Management, Nature Tourism, Benefits, Obstacle

  1. D3-2018-380598-abstract.pdf  
  2. D3-2018-380598-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-380598-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-380598-title.pdf