Laporkan Masalah

PEMETAAN SITUASI SKALA 1:500 DUKUH PURWOSASONO RT 05 / RW 06, DESA BELUK, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH

KHORY AULA FAHZIA, Ir. Untung Rahardjo, MT.

2018 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK GEOMATIKA

Kegiatan pemetaan situasi dilakukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Ahli Madya. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dari penerapan ilmu pengetahuan yang sudah diperoleh selama perkuliahan baik dari materi teori maupun praktek, dan dilaksanakan di Dukuh Purwosasono RT 05 / RW 06, Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Pemetaan situasi terdiri dari beberapa pekerjaan. Pertama, Orientasi lapangan dilakukan untuk mengetahui situasi dan kondisi lapangan yang akan dipetakan. Kedua, pengukuran kerangka kontrol horizontal dilakukan dengan menggunakan metode poligon. Ketiga, pengukuran kerangka kontrol vertikal dilakukan dengan menggunakan metode sipat datar. Keempat, pengikatan azimut poligon regu dari poligon utama yang telah ditentukan dengan menggunakan metode azimut matahari. Kelima, pengukuran poligon cabang dilakukan dengan menggunakan cara yang sama dengan pengukuran kerangka kontrol horizontal. Keenam, pengukuran detil situasi dilakukan menggunakan total station dengan metode ekstrapolasi yakni dengan koordinat kutub, sedangkan jarak dan beda tinggi dengan menggunakan metode trigonometrik. Ketujuh, penggambaran peta manuskrip. Kedelapan pengujian peta. Dan yang kesembilan, penggambaran peta digital. Semua pekerjaan pemetaan harus sesuai spesifikasi teknis atau Term of References (TOR). Hasil dari pelaksanaan pemetaan situasi berupa peta situasi Dukuh Purwosasono RT 05 / RW 06, Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah baik manuskrip maupun digital dengan skala 1:500. Informasi spasial yang disajikan berupa data planimetris dan data ketinggian yang objeknya dibedakan sesuai dengan simbol yang digunakan, sedangkan toponimi berupa nama objek penting.

Situational mapping activities are carried out to fulfill one of the requirements of obtaining an Associate Degree degree. This activity is carried out as a form of application of science that has been obtained during lectures both from theoretical and practical materials, and implemented in Purwosasono Hamlet RT 05 / RW 06, Beluk Village, Bayat District, Klaten Regency, Central Java Province. Situational mapping consists of several jobs. First, Field Orientation is done to know the situation and condition of field to be mapped. Second, the measurement of horizontal control framework is done by using polygon method. Third, the measurement of the vertical control framework is done by using the plumbing method. Fourth, the azimuth binding of the polygon shift of the predetermined polygon using the solar azimuth method. Fifth, the measurement of the branching polygon is carried out in the same manner as the horizontal control frame measurement. Sixth, situation detail measurement is done using total station with extrapolation method that is with polar coordinate, while distance and high difference by using trigonometric method. Seventh, the depiction of the manuscript map. Eight map testing. And the ninth, digital map depiction. All mapping work must conform to technical specifications or Term of References (TOR). The result of the mapping of the situation in the form of a map of the situation of Purwosasono Hamlet RT 05 / RW 06, Beluk Village, Bayat Sub-district, Klaten Regency, Central Java Province, both manuscripts and digital scale of 1: 500. Spatial information presented in the form of planimetric data and altitude data whose objects are distinguished according to the symbol used, while toponimi is an important object name.

Kata Kunci : pemetaan situasi, peta manuskrip, peta digital, Term of References (TOR).

  1. D3-2018-386518-abstract.pdf  
  2. D3-2018-386518-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-386518-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-386518-title.pdf