IDENTIFIKASI INDIKATOR KOMPETENSI PENGELOLAAN SEDIAAN FARMASI, ALAT KESEHATAN, DAN BAHAN MEDIS HABIS PAKAI DALAM PRAKTIK KERJA PROFESI APOTEKER (PKPA) DI APOTEK MENGGUNAKAN METODE DELPHI TERMODIFIKASI
RIZKI AFIFANA Q, Dr. Bondan Ardiningtyas, M.Sc., Apt.
2018 | Skripsi | S1 FARMASIPraktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) di apotek merupakan tahap penting dari proses pembelajaran calon apoteker karena mahasiswa dilibatkan langsung dalam pelaksanaan praktik pelayanan di pusat kesehatan serta dapat meningkatkan skill agar memenuhi kualifikasi standar apoteker Indonesia. Penilaian dalam pelaksanaan PKPA di apotek belum menerapkan suatu standar dan metode baku sehingga banyak variasi cara maupun kapasitas pada masing-masing apotek tempat PKPA dalam proses pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan indikator kompetensi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai dalam PKPA di apotek menggunakan metode Delphi termodifikasi. Metode yang diterapkan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pola searah yang terdiri dari penyarian indikator menggunakan metode Delphi termodifikasi, pembentukan panel pakar, pengisian kuesioner oleh pakar pada putaran I dan putaran II, serta pengambilan konsensus pada putaran III. Analisis data menggunakan analisis yang disajikan dalam bentuk tabel. Analisis tingkat konsensus pakar dilakukan dengan menghitung Interquartil Range (IQR). Hasil analisis IQR dibagi menjadi tiga kategori yaitu tingkat konsensus tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian diperoleh 36 indikator kompetensi pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang terbagi dalam delapan kegiatan pengelolaan yaitu lima indikator perencanaan (rata-rata IQR=1,40), lima indikator pengadaan (rata-rata IQR=1,30), dua indikator penerimaan (rata-rata IQR=2,00), delapan indikator penyimpanan (rata-rata IQR=1,63), empat indikator distribusi (IQR=1,63), lima indikator pemusnahan dan penarikan (rata-rata IQR=1,90), lima indikator pengendalian (rata-rata IQR=1,60), serta dua indikator pencatatan dan pelaporan (rata-rata IQR=1,75).
The Employment of Professional Pharmacist at the pharmacy is a very important step for the application process undertaken in college and can improve the skills to meet Indonesian pharmacist standards. Implementation of Employment of Professional Pharmacist in pharmacies has not served standard and standard way for each place and capacity at each pharmacy where The Employment Pharmacist Profession Practice to assess performance in pharmaceutical process, health equipment, and consumables. This research aimed to obtain competency management indicator(s) of drug, health equipment, and materials that can be used in Employment of Professional Pharmacist in pharmacies using modified Delphi method. The method used in this research was qualitative descriptive consisting of indicator dancers using modified Delphi method, expert panel formation, filling out questionnaires by experts in round I and round II, and decision making in round III. Data analysis given in tabular form. Expert level consensus analysis done by calculating the Interquartil Range (IQR). The results of the IQR analysis divided into three categories : high, medium, and low consensus levels. The result of the research were 36 indicators representing competency management of drug, health equipment, and materials, divided into eight management activities namely five planning indicators (average IQR = 1.40), five procurement indicators (average IQR = 1.30), two revenue indicators (average IQR = 2,00), eight storage indicators (average IQR = 1.63), four distribution indicators (IQR = 1.63), five destruction and reduction indicators (mean IQR = 1.90), five control indicators average IQR = 1.60), and two dimensions of recording and reporting (mean IQR = 1.75).
Kata Kunci : PKPA, pengelolaan, indikator, metode Delphi termodifikasi