Laporkan Masalah

PEMETAAN SITUASI SKALA 1:500 MENGGUNAKAN METODE TERESTRIS DUSUN GULEN, DESA BANYURIPAN, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH

FAUZAN KERSA SEJATI, Dedi Atunggal SP., S.T., M.Sc.

2018 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK GEOMATIKA

Pekerjaan pemetaan situasi sangat diperlukan dalam melakukan proses pembangunan dan perkembangan wilayah desa. Dengan menggunakan peta situasi, suatu daerah dapat melaksanaan pembangunan inftastruktur secara menyeluruh dan juga dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun kebijakan perencanaan dan pemanfaatan ruang. Pekerjaan pemetaan situasi dilakukan dengan menggunakan metode terestris dengan kerangka kontrol yang digunakan berupa poligon tertutup. Pekerjaan pemetaan yang dilakukan diawali dengan survei pendahuluan, perencanaan dan pemasangan titik poligon. Pengukuran Kerangka Kontrol Horizontal (KKH) menggunakan alat Total Station, proses pengukuran yang dilakukan dengan melakukan pembacaan dan perhitungan sudut antar titik poligon. Pengukuran Kerangka Kontrol Vertikal (KKV) menggunakan metode sipat datar dengan melakukan pengukran beda tinggi antar titik poligon perapatan, serta melakukan pengukuran detil situasi di lapangan yang meliputi detil planimetris dan detil tinggi. Dari proses pengukuran kemudian dilakukan pembuatan peta manuskrip dan peta digital. Hasil dari pekerjaan pemetaan dapat diketahui bahwa proses perencanaan sesuai dengan kegiatan realisasi di lapangan, pengukuran KKH, KKV dan uji tinggi memenuhi spesifikasi TOR, serta hasil dari keseluruhan kegiatan pemetaan adalah peta situasi skala 1:500 yang menyajikan informasi berupa detil planimetris dan detil tinggi pada suatu daerah yang berlokasi di Dusun Gulen, Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Peta yang dihasilkan merupakan peta manuskrip dan peta digital yang sudah dilakukan proses uji peta sesuai dengan spesifikasi TOR yang ditentukan.

Situational mapping work is indispensable in carrying out the process of development and development of the village area. By using a situation map, a region can carry out the construction of a comprehensive infrastructure and can also be used as a reference in developing spatial planning and utilization policies. Situational mapping work is done using terrestrial methods with control frameworks used in the form of closed polygon. The mapping work begins with a preliminary survey, planning and installation of polygon points. Measurement of Horizontal Control Framework (KKH) using Total Station tool, the measurement process is done by reading and calculating the angle between points of polygon. Vertical Control Frame Measurements (KKV) use a flat plot method by performing a high-difference divergent between density polygon points, as well as a detailed measurement of field situations that include detailed planymetric and high detail details. From the measurement process then made manuscript maps and digital maps. The results of the mapping work can be seen that the planning process is in accordance with the realization activities in the field, the KKH measurement, the KKV and the high test meets the TOR specification, and the result of the overall mapping activity is a 1: 500 scale situation map which provides detailed planimetric and detailed information on an area located in Gulen, Banyuripan Village, Bayat District, Klaten Regency, Central Java Province. The resulting map is a map of manuscripts and digital maps that have been tested the map according to the specified TOR specification.

Kata Kunci : Pemetaan situasi, pengukuran terestris, peta situasi

  1. D3_2018_386511_abstract.pdf  
  2. D3_2018_386511_bibliography.pdf  
  3. D3_2018_386511_tableofcontent.pdf  
  4. D3_2018_386511_title.pdf