Kolaborasi Pengelolaan Ekowisata Minat Khusus Pendakian di Jalur Pendakian Selo, Taman Nasional Gunung Merapi
NIKO ARDYANTO, Wahyu Tri Widayanti, S.Hut.,M.P.
2018 | Skripsi | S1 KEHUTANANTaman Nasional Gunung Merapi merupakan Taman Nasional yang memiliki ekosistem pegunungan, di mana Gunung Merapi menjadi objek daya tarik wisata bagi para wisatawan. Ekowisata minat khusus di Taman Nasional Gunung Merapi memiliki peminat yang cukup banyak, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Keberhasilan pengelolaan ekowisata minat khusus tentu tidak dapat hanya dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi, namun juga terdapat peran stakeholder di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stakeholder yang terlibat, bentuk kolaborasi pengelolaan, dan menyusun strategi pengelolaan yang diperlukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode dasar studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 18 orang. Pemilihan informan menggunakan teknik snowball sampling. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif menggunakan metode analisis model Miles dan Hubberman, analisis empat R, dan analisis SWOT. Pengelolaan ekowisata minat khusus pendakian Gunung Merapi yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi melibatkan stakeholder lainnya seperti Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Kepolisian Republik Indonesia, Relawan Barameru, dan Masyarakat. Terdapat dua bentuk kolaborasi pengelolaan ekowisata minat khusus pendakian Gunung Merapi yaitu bersifat konsultasi dan menasihati. Strategi dalam pengembangan kolaborasi pengelolaan ekowisata minat khusus meliputi peningkatan kerja sama dengan para stakeholder melalui perjanjian kerja sama, perubahan sistem registrasi ekowisata, peningkatan kapasitas masyarakat, dan peningkatan tarif ekowisata minat khusus
Gunung Merapi National Park is one of the National Parks which has mountain ecosystem, where Mount Merapi becomes the object of attraction for tourist. Special ecotourism interest in Gunung Merapi National Park has a good amount of enthusiasts, who either come domestically or internationally. Management success of special ecotourism interest could not obviously be done by the office of Gunung Merapi National Park, but also the responsibility of stakeholder inside. This research aims to find out the involved stakeholder, the form of collaboration, and to create a desired management strategy. This research opts a qualitative approach with case study as the basic method. The technic of collecting data uses interviews, field observation, and literature review. The number of informants involved in this research are 18 people. The snowball sampling is used to choose the informants. The data is analyzed using descriptive qualitative method which opts for Miles and Hubberman model, the four R analysis, and SWOT analysis. The management of special ecotourism interest of Mount Merapi climbing managed by the office of Gunung Merapi National Park involves other stakeholder such as Investigation and Development of Geological Disaster Technology Agency, National Search and Rescue Agency, The National Police of Republic Indonesia, Barameru Volunteers, and citizens. There are two forms of collaboration in the management of ecotourism special interest climbing Merapi Mountain, i.e. are consults and advisory. The strategy in developing the management collaboration of special ecotourism interest includes the enhancement of agreement, the change of ecotourism registration system, the enhancement of society capacity, and the increase of special ecotourism interest tariff.
Kata Kunci : Kolaborasi, Pengelolaan, Stakeholder, Taman Nasional, Strategi;Collaboration, Management, Stakeholder, National Park, Strategy