Laporkan Masalah

Analisis Faktor Penyebab Kejadian Ikterus Neonatorum di RSUD Wonosari

ESTI PUTRI PALUPI, Surjani, S. Si. T., M.PH; Dra. Tasmini, M.Kes

2018 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Masa neonatal merupakan masa yang rawan bagi kesehatan anak baik dari risiko biologis, lingkungan, sosial, dan budaya. Periode ini dapat mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Namun, periode ini juga bertanggung jawab atas 60-70% kematian bayi. Angka kematian bayi di Indonesia masih tinggi, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah tingginya angka kesakitan yang tidak dapat ditangani. Ikterus menjadi salah satu penyumbang angka kesakitan bayi di Indonesia karena dapat mengakibatkan kecacatan bahkan kematian. Ensefalopati bilirubin termasuk dalam sindrom disfungsi neurologi akibat bilirubin. Bayi yang menderita ensefalopati bilirubin akut mempunyai 5% risiko mortalitas dan 88% risiko sekuela jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kejadian ikterus di RSUD Wonosari. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah bayi baru lahir yang mengalami ikterus neonatorum. Besar sampel 486 responden dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari data rekam medis rumah sakit. Analisis data dilakukan secara univariabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa tiga faktor dominan penyebab ikterus neonatorum antara lain asfiksia, BBLR, dan jenis persalinan sectio caesarea dengan masing-masing frekuensinya 309 responden (63,6%), 289 responden (59,5%), dan 289 responden (59,5%). Dalam penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa tiga faktor utama penyebab kejadian ikterus neonatorum di RSUD Wonosari adalah riwayat asfiksia, BBLR, dan persalinan sectio caesarea.

Neonatal period is a vulnerable period to the health of children from biological, environmental, social, and cultural risks. This period can affect and determine the next development of children. This period is also responsible for 60-70% of infant mortality. Infant mortality rate in Indonesia is still high, one of the factors that influence it is the high number of morbidity that can not be handled. Jaundice is one of the contributors to infant morbidity in Indonesia because it can lead to disability and even death. Bilirubin encephalopathy is included in bilirubin neurological dysfunction syndrome. Infants suffering from acute bilirubin encephalopathy have a 5% mortality risk and 88% risk of long-term sequelae. This study aims to determine the factors causing the incidence of jaundice in RSUD Wonosari. The research method used descriptive quantitative design. The sampel in this study was newborn with jaundice. The sample size was 486 respondents with total sampling sampling technique. This study uses secondary data derived from hospital medical record data. Data analysis is done univariable. The results of the analysis showed that the three dominant factors causing neonatal jaundice were asphyxia, LBW and type of cesarean delivery with respective frequency of 309 respondents (63.6%), 289 respondents (59.5%) and 289 respondents (59, 5%). In this study, we can conclude that the three main factors causing jaundice in RSUD Wonosari are asphyxia, LBW, and cesarean delivery.

Kata Kunci : ikterus, bilirubin, neonatus/ jaundice, bilirubin, neonates

  1. D4-2018-361339-abstract.pdf  
  2. D4-2018-361339-bibliography.pdf  
  3. D4-2018-361339-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2018-361339-title.pdf