Laporkan Masalah

Kajian Kenyamanan Termal Lingkungan pada Bangunan Rumah Susun Sederhana Sewa Dabag di Yogyakarta

DEWI RIMBUN KRASTARI, Dr. Eng. Mohammad Kholid Ridwan, S.T., M.Sc.; Dr. Rahmat Hidayat, M.Sc.

2018 | Skripsi | S1 TEKNIK FISIKA

Kenyamanan termal pada tempat tinggal menjadi hal yang penting untuk dikaji karena kegiatan selama berada di dalam tempat tinggal membutuhkan kenyamanan termal lingkungan yang baik, agar penghuni betah berlama-lama melakukan kegiatan sehari-hari. Kajian kenyamanan termal ini dilakukan di rumah susun sederhana sewa atau rusunawa. Rusunawa adalah rumah susun sederhana yang disewakan kepada masyarakat perkotaan yang tidak mampu untuk membeli rumah atau yang ingin tinggal untuk sementara waktu. Rusunawa merupakan tempat tinggal yang keberadaannya sudah diatur oleh pemerintah. Bangunan rusunawa bertingkat tinggi dan memiliki pengkondisian udara berventilasi alami. Penelitian ini dilakukan di rusunawa Dabag yang berlokasi di Jalan Nologaten, Condongcatur, Kab. Sleman. Metode yang digunakan dalam mengaji kenyamanan termal rusunawa Dabag adalah dengan dilakukan pengukuran parameter fisis dan pengukuran subjektif. Pengukuran parameter fisis berupa suhu, kelembapan relatif dan kecepatan angin, sedangkan pengukuran subjektif berupa kuesioner yang sudah dirancang sesuai kebutuhan terkait kenyamanan termal pada rusunawa. Hasil Pengukuran parameter fisis kenyamanan termal, suhu mencapai 30,41 derajat celcius, kelembapan udara relatif 70,68%, kecepatan angin 0,05 m/s dan hasil pengukuran subjektif rata-rata responden memilih sensasi panas, kering, dan silir. Kesesuaian antara hasil pengukuran parameter fisis kenyamanan termal dengan hasil pengukuran subjektif disimpulkan suhu dan kecepatan angin saja yang sesuai. Namun kemampuan penghuni untuk beradaptasi, membuat penghuni dapat menciptakan sensasi nyaman pada ruang hunian masing-masing.

Thermal comforts in the residence is an important thing to be studied, because the residents need's to be thermally comfort during daily activity inside the house. The thermal comforts study was conducted at Rusunawa (Rumah Susun Sederhana translated as Simple flats). Rusunawa is a flat leased to urban society that cant afford to buy house or just want to live there temporarily. Rusunawa existence's is a residence that is provided and regulated by the government. Its a high-rise building and possess naturally ventilated air conditioning. The research was held on Dabag's Rusunawa that is located at Nologaten street, Condongcatur, Sleman District. Method used to study thermal comforts at Dabag's Rusunawa are physical parameter measurement and subjective measurement. The physical parameter measurement consist of temperature, relative humidity and wind/air velocity; while the subjective parameter was in the form of questionnaires that has been designed as needed related to thermal comfort at rusunawa. The results for physical parameter measurement are, 30,41 degrees celcius for temperature, 70,68% of relative humidity, air velocity at 0,05 m/s and for the subjective measurement; the average responded voted for hot, dry and mildly windy. The compatibility between physical parameter measurement and subjective measurement concluded only temperature and wind/air speed that are compatible. However, the residents ability to adapt, create illusional comforts sensation on each of their own residence.

Kata Kunci : kenyamanan termal, rusunawa, parameter fisis, adaptif

  1. S1-2018-346865-tableofcontent.pdf  
  2. S1-2018-346865-title.pdf