Analisis Vegetasi Hutan Rakyat Berdasarkan Kepemilikan Lahan Dusun Petung Desa Kepuharjo Cangkringan Sleman Yogyakarta
AJENG PRIHANDITA P, Dr. Ir. Dwi T Adriyanti, M.P.
2018 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTANHutan rakyat adalah hutan milik baik secara perorangan, kelompok, marga maupun badan hukum yang merupakan hutan buatan, dan terletak diluar kawasan hutan negara. Hutan rakyat adalah hutan yang tumbuh diatas tanah yang dibebani hak milik, baik secara perorangan maupun kelompok dengan status diluar kawasan hutan negara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan struktur dan komposisi jenis hutan rakyat berdasarkan kepemilikan lahan di Dusun Petung. Mengetahui struktur dan komposisi jenis berguna untuk mengetahui jenis apa saja yang terdapat di hutan rakyat tersebut dan kepunahan jenis yang nantinya terdapat pengelolaan lebih lanjut. Metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu nested sampling dengan petak ukur 20 m x 20 m untuk pohon dan 10 m x 10 m untuk tiang dengan pola papan catur pada setiap lahannya. Data yang dibutuhkan adalah nama spesies, jumlah jenis, tinggi, TBBC (tinggi batang bebas cabang ), diameter, stratifikasi tajuk, koordinat x dan y serta kelerengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis utama yang mendominasi kawasan hutan rakyat tersebut, yaitu Pinus (Pinus merkusii), Akasia (Acacia decurrens), Jabon (Neolamarckia cadamba), dan Waru gunung (Hibiscus similis). Hal ini ditunjukkan melalui besarnya nilai INP keempat jenis yang menempati urutan tertinggi pada kedua lokasi penelitian. Adapun, besarnya nilai INP untuk jenis tegakan pohon Pinus (Pinus merkusii) sebesar 145,41 %, dan Jabon (Neolamarckia cadamba) sebesar 76,21 %, untuk jenis tegakan tiang yaitu Soga (Acacia decurrens) sebesar 118,7 %, dan Waru gunung (Hibiscus similis) sebesar 72,31 %.
Community forests is forests that owned by individuals, groups, clans, and legal entities that constitute artificial forests, and it is located outside of state forest areas. Community forest is a forests that grow on land which is burdened by proprietary, either individually or in groups outside of state forest area. This research was conducted to know the difference of stand structure and stand composition of community forest is based on land ownership in Dusun Petung. Knowing the structure and composition of the species is useful to know about what species are there in the forest and about the extinction of species that will management later. Method that used in data collection is nested sampling with measuring plot 20 m x 20 m for tree and 10 m x 10 m for pole with chessboard pattern on each land. The required data are species name, species number, height, TBBC (height of free branch), diameter, crown stratification, x and y coordinates and slopes. The results showed that there are 4 main species that dominate the forest area, there are Pinus (Pinus merkusii), Akasia (Acacia decurrens), Jabon (Neolamarckia cadamba), and Waru gunung (Hibiscus similis). It is indicated by the magnitude Importance Value Index value of the four species that occupy the highest rank in both research sites. Meanwhile, the value of Important Value Index for Pinus tree (Pinus merkusii) is 145,41% and Jabon (Neolamarckia cadamba) is 76,21%, Soga (Acacia decurrens) is 118,7%, and Waru gunung (Hibiscus similis) is 72.31%.
Kata Kunci : Analisis vegetasi, hutan rakyat, komposisi jenis, INP