Laporkan Masalah

MOTIVASI PETANI MENEBANG KAYU HUTAN RAKYAT DESA BANJARARUM

NUR ISMAN, Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si.

2018 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN

Hutan rakyat merupakan hutan yang dibangun dan dikelola oleh masyarakat, berada di atas tanah milik atau tanah adat. Hutan rakyat dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga dan keperluan lainnya. Mengingat banyaknya manfaat yang diperoleh dari pengembangan dan pembangunan hutan rakyat, sudah saatnya pengelolaan hutan rakyat mendapatkan perhatian yang lebih besar agar diperoleh hasil produksi yang optimal. Pengelolaan hutan rakyat pada umumnya dilakukan secara sederhana dan tradisional oleh masyarakat setempat, dengan ditanami tumbuhan berkayu dan tanaman pangan. Terdapat dua jenis pola penanaman hutan rakyat, yaitu pola campuran dan monokultur. Pola campuran yaitu mengkombinasikan tanaman kehutanan dan tanaman semusim, sedangkan pola monokultur hanya mengkonsentrasikan pada satu tanaman saja. Penelitian ini dilakukan dengan teknik survei dan wawancara terhadap masyarakat petani hutan rakyat. Penelitian ini dilaksanakan di dua dusun yaitu dusun Brajan dan Kedondong Desa Banjararum Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data rekapitulasi selanjutnya dianalisis dominasi motivasi petani menebang kayu dari lahan hutan rakyat. Berdasarkan hasil penelitian motivasi petani menebang kayu dihutan rakyat di desa Banjararum digunakan untuk biaya pendidikan dengan persentase sebesar 86%, untuk renovasi rumah dengan persentase sebesar 86%, dan untuk biaya kebutuhan sehari-hari dengan persentase sebesar 70%. Kegiatan penebangan hutan rakyat desa Banjararum belum ada tata waktu yang pasti, untuk kegiatan penebangan dilakukan ketika masyarakat memiliki kebutuhan yang mendadak atau disebut dengan istilah tebang butuh.

Private forest is a forest that is built and managed by a local people, located on land owned or customary land. Private forest can fulfill their needs of household and other purposes. Considering the many benefits gained from private forest development, it is time for private forest management to get a full support from local government to obtain optimal production results. Private forest management is generally done simply and traditionally by the local people, planted with woody plants and food crops. There are two types of private forest planting pattern, mixed and monoculture pattern. Mixed patterns that is combine between forestry crops and annual crops, while monoculture pattern that is concentrate on one type of plant only. This research is done by using survey techniques and interviews to local farmers private forest. This research was conducted in two hamlet that Brajan and Kedondong, Banjararum village, Kalibawang district, Kulon Progo city. Data processing is done by using descriptive quantitative method. Based on recapitulation data, then analyzed the dominance of farmers motivation to cutting wood from private forest. Based on the result of research motivation of farmers to cutting wood in Banjararum village private forest used for education expenses with percentage of 86%, used for home renovation with percentage of 86%, and for daily needs with percentage of 70%. Cutting wood activities in Banjararum village private forest do not have a definite timeline, for cutting woods activities carried out when people have a sudden need or called a cutting need.

Kata Kunci : Motivasi petani menebang, Hutan rakyat, Tata waktu penebangan

  1. D3-2018-386334-abstract.pdf  
  2. D3-2018-386334-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-386334-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-386334-title.pdf