PEMBUATAN PETA SITUASI SKALA 1:500 DENGAN METODE TERISTRIS DUSUN PURWOSASONO RT 005 RW 006 DESA BELUK KECAMATAN BAYAT KABUPATEN KLATEN PROPINSI JAWA TENGAH
DHANY BAGUS IBRAHIM, Ir. Gondang Riyadi, Dip.C,M.T
2018 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK GEOMATIKAPeta situasi skala besar sangat diperlukan dalam setiap kegiatan perencanaan pembangunan suatu daerah. Dalam kegiatan pembangunan suatu daerah tentu akan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu, pembuatan peta situasi skala besar diharapkan mampu membantu dalam setiap pengambilan keputusan agar pembangunan berjalan lebih mudah, tepat sasaran, dan biaya yang dikeluarkan digunakan dengan baik. Pembuatan peta situasi dibagi menjadi 3 tahapan yaitu, persiapan, pengukuran,dan penggambaran. Tahap persiapan meliputi pengarahan kerangka acuan kerja dan persiapan alat yang akan digunakan. Dalam kegiatan ini alat ukur yang digunakan antara lain Total Station dan Sipat Datar. Tahap pengukuran meliputi pengukuran titik kerangka dasar pemetaan dan pengukuran detil planimetris dan detil tinggi. Metode pengukuran yang digunakan adalah metode pengukuran terestris. Kemudian untuk tahap penggambaran meliputi penggambaran peta manuskrip dan peta digital. Peta manuskrip digambar secara langsung sedangkan peta digital digambar dengan menggunakan perangkat lunak Surpac dan ArcGis. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah peta situasi skala 1:500 dengan format analog yaitu peta manuskrip dan dengan format digital yaitu peta digital yang berlokasi di Dusun Purwosasono RT 005 RW 006 Desa Beluk, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah
The large-scale of situation map are needed in every development planning activity of a region. In the development activities of a region will cost a lot certainly. Therefore, producing a large-scale of situation map is expected to help in making any decision for development to run more easily, on target, and the cost spent used properly. The producing of situation map consists of 3 steps, such as preparation, measuring, and drawing. Preparation steps includes briefing about term of reference, and setting up the instrument. Total Station and Waterpass are used in this mapping situation. Measuring steps includes control point survey, planimetric and height detail survey. This mapping situation using terrestris survey method. Then, the drawing steps includes plotting of manuscript and digital maps. Manuscript map plotted directly, while digital maps plotted using software, SURPAC and ArcGIS. The final result of this mapping project is a 1 : 500 scale of situation map in the form of manuscript and digital maps which located in Dusun Purwosasono RT 005 RW 006 Beluk village, Bayat sub-district, Klaten regency, Central Java province.
Kata Kunci : peta situasi, terestris, peta manuskrip, peta digital