EVALUASI AWAL PERTANAMAN UJI SPESIES MERANTI DI BAWAH TEGAKAN SENGON DI DESA KEPUHARJO, KECAMATAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN
BIROWO AJI WICAKSONO, Dr. Sapto Indrioko, S.Hut.,M.P.;Widiyatno,S.Hut., M.Sc., Ph.D.
2018 | Skripsi | S1 KEHUTANANMeranti (Shorea spp.) merupakan salah satu kelompok dari famili Dipterocarpaceae yang sering dijumpai di hutan tropika basah dan merupakan jenis gap-opportunist yang mampu bertahan di bawah naungan. Berkenaan dengan karakter tersebut, tanaman ini dapat ditanam di bawah tegakan Sengon sebagai tanaman pengkayaan untuk meningkatkan nilai dan hasil hutan di masa mendatang. Oleh karena itu uji spesies Meranti di bawah tegakan Sengon perlu dilakukan untuk mengetahui jenis yang paling sesuai dikembangkan di hutan rakyat khususnya di Desa Kepuharjo. Penelitian ini dilakukan di hutan rakyat di Desa Kepuharjo selama 1 tahun, terhitung dari Februari 2017 hingga Januari 2018. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Berblok (Randomized Complete Block Design) dengan ulangan sebanyak 14 blok. Setiap blok terdiri dari 6 jenis semai Meranti (Shorea leprosula, S. selanica, S. johorensis, S. platyclados, S. dasyphylla, dan S. parvifolia) yang ditanam dalam bentuk line plot sebanyak 3 semai setiap jenisnya dengan jarak tanam 4 m x 4 m. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa S. selanica memiliki persen hidup terbaik (90,48%) dibandingkan jenis-jenis lain. Riap diameter menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara keenam jenis yang diuji, sedangkan riap tinggi tidak berbeda nyata. Jenis tanaman yang mempunyai pertambahan diameter dan tinggi terbaik pada umur 1 tahun adalah S. platyclados, yaitu masing-masing sebesar 0,45 cm dan 35,58 cm.
Meranti (Shorea spp.) is one group of the Dipterocarpaceae family that is often found in tropical rainforests and is a gap-opportunist species that can survive in shaded area. Regarding to Merantis shade tolerance, it can be planted under Sengon stand as enrichment plant to increase the value of forest products in the future. Therefore, a species trial of Meranti under Sengon stand is essential to find out the most suitable species to be developed in community forests, especially in Kepuharjo Village. This research was conducted at community forest in Kepuharjo for one year, from February 2017 to January 2017. The research applied randomized complete block design with 14 blocks as replication. Each block consisted of 6 Meranti species (Shorea leprosula, S. selanica, S. johorensis, S. platyclados, S. dasyphylla, dan S. parvifolia) planted as line plot with 3 seedlings in a spacing of 4 m x 4 m. The results showed that S. selanica had the highest survival rate (90,48%) in compare to the others. There was a significant difference in diameter growth, but not in height growth. The species with the best growth in both diameter and height was S. platyclados, with 0,45 cm and 35,58 cm, respectively.
Kata Kunci : uji spesies, shorea, Meranti, hutan rakyat, cangkringan;species trial, shorea, Meranti, community forest, cangkringan