Pemetaan Tingkat Kekritisan Daerah Resapan di SubDAS Keduang, Jawa Tengah
ALMIRA RAHMA, Dr. Sudaryatno, M.Si.
2018 | Tugas Akhir | D3 PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFISubDAS Keduang merupakan bagian hulu DAS Bengawan Solo yang menyumbang sedimentasi paling besar di Waduk Gajah Mungkur. Berdasarkan laman Kompas (2009) Keduang rata-rata menyumbang 1.218.580 m3 dari total 3.178.510 m3. Kondisi ini mencerminkan besarnya fluktuasi aliran permukaan akibat daerah resapan yang tidak bekerja secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi daerah resapan potensial dan aktual di SubDAS Keduang serta mengetahui tingkat kekritisan daerah resapan air di SubDAS Keduang dengan memanfaatkan penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi. Metode yang digunakan adalah skoring dan overlay antara parameter kemiringan lereng, curah hujan, dan jenis tanah untuk menghasilkan peta daerah resapan potensial. Peta kondisi daerah resapaan aktual diperoleh berdasarkan hasil interpretasi citra Landsat 8 OLI. Kedua peta yang dihasilkan kemudian dibandingkan untuk mengetahui tingkat kekritisan daerah resapan di SubDAS Keduang. Hasil menunjukan SubDAS Keduang memiliki kondisi resapan potensial yang didominasi oleh potensial sedang seluas 291,82 km2 dan kondisi daerah resapan aktual yang didominasi oleh kemampuan peresapan kecil seluas 294,52 km2. Tingkat kekritisan paling dominan di SubDAS Keduang yakni Agak kritis seluas 220,63 km2 yang tersebar secara acak.
Sub Watershed Keduang is part of the upper stream Bengawan Solo Watershed which contributes to the largest sedimentation in Gajah Mungkur Reservoir. Based on headline Kompas (2009) Sub Watershed Keduang contributes for 1.218.580 m3 out of 3.178.510 m3 total sedimentation. This condition showed that increase of surface runoff was caused by the recharge area doesn't work optimally. This study aims to determine the potensial and actual condition of recharge areas in sub watershed keduang and determaine criticality of recharge area in Sub Watershed Keduang using remote sensing and geographic information system. The method that used is scoring and overlay between slope, rainfall, and soil type to produce potential infiltration maps. Map of actual recharge area condition is obtained based on result of Landsat 8 OLI image interpretation. The two maps produced were then compared to determine the criticality of the recharge area in Sub Watershed Keduang. The results showed that sub watershed Keduang has a potential infiltration condition that is dominated by medium potential area of 291,82 km2 and the actual recharge condition is dominated by a small impregnation capacity of 294,52 km2. The most dominant level of criticality in Sub Watershed Keduang is a rather critical area of 220,63 km2 scattered randomly.
Kata Kunci : Kekritisan Daerah Resapan, Daerah Aliran Sungai, Infiltrasi