Laporkan Masalah

Hubungan Kehamilan Usia Remaja dengan Kejadian Anemia Trimester III di Puskesmas Semanu I Kabupaten Gunungkidul

RIZKY PUSPA DEWI, Iphigienia Iradati, SKM., M.Kes.; Drs. Abdul Wahab, MPH.; Surjani, S.SiT., MPH.

2018 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Anemia kehamilan merupakan kondisi ibu hamil dengan hemoglobin (Hb) <11 g/dL pada trimester I atau III, atau <10,5 g/dL pada trimester II. Salah satu faktor risiko terjadinya anemia dalam kehamilan adalah usia ibu. Usia remaja (<20 tahun) merupakan usia yang berisiko untuk hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia trimester III. Metode penelitian yang digunakan adalah desain cross-sectional. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida berusia antara 10-19 tahun atau 25-35 tahun yang telah diperiksa hemoglobinnya saat trimester III pada periode bulan Januari 2015 hingga Desember 2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 100 ibu hamil. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat, dan stratifikasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia trimester III (p_value=0,688; RP=0,897; CI 95%=0,628-1,280). Variabel luar yang berhubungan dengan kejadian anemia trimester III adalah status Kekurangan Energi Kronis (KEK). Analisis stratifikasi menunjukkan bahwa status KEK bukan merupakan faktor perancu. Simpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara kehamilan usia remaja dengan kejadian anemia trimester III.

Anemia in pregnancy is a condition where pregnant woman has <11 g/dL hemoglobin (Hb) in the first or third trimester, or <10.5 g/dL hemoglobin in the second trimester. One of the risk factors of anemia in pregnancy is the age of the mother. Age of adolescence (<20 years old) are risky age for getting pregnant. This study aims to determine the association between the adolescence pregnancy and anemia incidence in third trimester. The research method used in this study is cross-sectional design. Affordable population included in this study are all primigravida pregnant women with age of 10-19 years old or 25-35 years old who hemoglobin level had been checked on third trimester in the period of January 2015 to December 2017. Sampling technique used in this study is total sample with 100 pregnant women as the sample. Data analysis used univariate, bivariate, and stratification analysis. The results of this study show no significant association between adolescence pregnancy and the incidence of third trimester anemia (p_value=0.688 RP=0.897; CI 95%=0.628-1.280). Other variables associated with the incidence of third trimester anemia is the status of Chronic Energy Deficiency (CED). The stratification analysis showed that CED status is not a confounding factor. The conclusion of this study is that there is no association between adolescence pregnancy and the incidence of third trimester anemia.

Kata Kunci : kehamilan, usia remaja, anemia

  1. D4-2018-334508-abstract.pdf  
  2. D4-2018-334508-bibliography.pdf  
  3. D4-2018-334508-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2018-334508-title.pdf