Laporkan Masalah

Strategi Pemberdayaan Perempuan Perajin Batik Tulis Pasca Bencana Alam Gempa Bumi Oleh LSM IRE di Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta

HIMAWAN WAHYU A, Dr. Bambang Hudayana, M.A.

2018 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Studi ini bertujuan untuk menganalisa strategi program pemberdayaan perempuan perajin batik tulis pasca bencana alam gempa bumi yang dilaksanakan oleh LSM IRE di Desa Wukirsari sehingga dapat mencapai keberhasilan. Program pemberdayaan perempuan perajin batik tulis merupakan sebuah upaya untuk mengembalikan eksistensi industri kerajinan batik tulis, serta penguatan kelembagaan dan penguatan kapasitas individu para perajin batik tulis agar mampu berdiri sendiri tanpa ketergantungan dengan juragan batik. Studi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode observasi dan wawancara dengan para perajin batik maupun dengan pihak pelaksana program pemberdayaan, data yang didapat dari penelitian lapangan akan didukung dengan data sekunder dari literatur dan penelitian terdahulu agar data yang dihasilkan lebih komprehensif, untuk memperkuat hasil penelitian juga akan dilakukan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan program pemberdayaan ini dikarenakan oleh beberapa hal, diantaranya adalah strategi pemberdayaan yang tepat dengan menggunakan pendekatan partisipatoris yang berpusat pada masyarakat untuk menciptakan kemandirian dengan melibatkan masyarakat atau para anggota kelompok batik tulis untuk turut serta dan berperan aktif dalam melaksanakan program pemberdayaan yang telah dipersiapkan. Partisipasi dari masyarakat terdapat pada setiap tahapan program pemberdayaan, sehingga diharapkan hasil dari program pemberdayaan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan berhasilnya program pemberdayaan tersebut, hingga saat ini industri kerajinan batik tulis di Desa Wukirsari menjadi eksis kembali dan menjadi salah satu mata pencaharian pokok bagi masyarakat sekitar.

This study aims to analyze the empowerment program strategy of women batik artisans after earthquake disaster that held by IRE in Wukirsari, so that can achieve success. Empowerment program of women batik artisans is an effort to restore the existence of batik handicraft industry, as well as institutional strengthening and individual capacity strengthening of batik artisans to be able to stand alone without dependence on batik skipper. This study uses qualitative research with observation method and interview with batik artisans and with the executor of empowerment program, data obtained from field research will be supported with secondary data from literature and previous research, so that data produced more comprehensive, to strengthen result of research will also quantitative data was analyzed. The results show that the success of this empowerment program is due to several things, among others is an appropriate empowerment strategy using a participatory approach centered on the community to create independence by involving the community or members of the batik group to participate and play an active role in implementing the empowerment program has been prepared. Participation from the community is at every stage of the empowerment program, so it is expected that the results of this empowerment program can be sustainable. With the success of the empowerment program, until now the batik industry in Wukirsari became an existent again and became one of the main livelihood for the surrounding community.

Kata Kunci : Pemberdayaan, IRE, partisipasi.

  1. S1-2018-369627-abstract.pdf  
  2. S1-2018-369627-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369627-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369627-title.pdf