Laporkan Masalah

Peran Pranata Sosial Terhadap Keragaman Tingkat Partisipasi Masyarakat Di Dalam Penataan Kawasan Bantaran Sungai (Studi Kasus Penataan Kawasan Bantaran Sungai Di Kelurahan Pakuncen)

M. WAHYU AKBARI, Doddy Aditya Iskandar, ST., MCP., PH.D

2018 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Dari 45 kelurahan yang berada di wilayah Kota Yogyakarta, Kelurahan Pakuncen merupakan salah satu kelurahan yang termasuk di dalam SK Walikota Nomor 393 Tahun 2014 mengenai permukiman dan perumahan kumuh. Pada kelurahan ini, terdapat kawasan yang dijadikan sebagai permukiman yang berada di pinggiran Sungai Winongo yang dianggap sebagai kawasan permukiman tidak terencana (informal settlements). Saat ini, dalam upaya mengatasi masalah permukiman kumuh serta untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang sehat dan layak huni, permukiman bantaran sungai di Kelurahan Pakuncen sudah dilakukan berbagai macam penataan melalui pranata sosial dengan melibatkan partisipasi masyarakat di dalam prosesnya. Tujuan penelitian ini adalah (a) menganalisis peran pranata sosial terhadap keragaman tingkat partisipasi masyarakat di dalam penataan kawasan bantaran sungai, (b) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi peran pranata sosial terhadap keragaman tingkat partisipasi masyarakat di dalam penataan kawasan bantaran sungai. Pada penelitian ini, pendekatan yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan studi kasus dengan menggunakan kasus tunggal mengenai penataan kawasan bantaran sungai di Kelurahan Pakuncen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pranata sosial memiliki peran di dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Agen-agen yang memiliki peran tersebut yaitu BKM Berkah Mulyo, Paguyuban Kalijawi, FKWA, dan masyarakat setempat itu sendiri. Peran pranata sosial terhadap keragaman tingkat partisipasi masyarakat di dalam penataan kawasan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor pendekatan pranata sosial, faktor budaya gotong-royong masyarakat, faktor dukungan masyarakat, faktor penataan kawasan berdasarkan kebutuhan masyaraka, faktor swadaya yang dilakukan masyarakat, faktor pembiayaan di dalam penataan kawasan, faktor status kepemilikan lahan permukiman di bantaran sungai, dan dampak yang diterima oleh masyarakat.

From 45 villages located in Yogyakarta City, Pakuncen Village is one of the villages included in Mayor's Decree No. 393 year of 2014 about settlement and slum housing. In this village, there are areas which made as a settlement on the edge of the Winongo River which is considered as an unplanned settlement area (informal settlements). In this time, in an effort to overcome the problem of slum settlement and to realize a healthy and livable settlement environment, riverbank settlement in Pakuncen Village has done various kinds of arrangement through social institution by involving society's participation in the process. The objectives of this research are: (a) to analyze the role of social institution towards the diversity of society's participation levels in the arrangement of riverbank, (b) to identify factors which influence the role of social institution to the diversity of society's participation levels in the arrangement of riverbank. In this research, the approach used is a case study approach using a single case about the arrangement of riverbank in Pakuncen Village. The results of the research indicate that social institution has a role in increasing society's participation. The agencies which have that roles are BKM Berkah Mulyo, Paguyuban Kalijawi, FKWA, and society of local place. The role of social institution toward the diversity of society's participation levels in the arrangement of the area is affected by several factors, namely the factor of social institution approach, cultural factor of society mutual cooperation, the factor of society's support, the factor of area arrangement based on the needs of society, self-supporting factor which is done by the society, budgeting factor in the arrangement of area, the status factor of settlement land ownership on the riverbank, and the impact received by the society.

Kata Kunci : Pranata Sosial, Penataan Kawasan Bantaran Sungai, Partisipasi Masyarakat, Studi Kasus

  1. S1-2018-364345-abstract.pdf  
  2. S1-2018-364345-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-364345-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-364345-title.pdf