Laporkan Masalah

Representasi Ketidakadilan Terhadap Kaum LGBT Dalam Film (du beoneui gyoronsikgwa han beoneui jangryesik) Two Weddings And A Funeral: Kajian Sosiologi Sastra

AYU BIRU I GUSTI, Dr. Supriyadi, M.Hum.

2018 | Skripsi | S1 BAHASA DAN KEBUDAYAAN KOREA

Film (Two Weddings and A Funeral) karya Kim Jho Kwang Soo merupakan film bergenre roman komedi yang dengan berani mengangkat hal-hal yang masih dianggap tabu menjadi sebuah cerita yang dapat dinikmati oleh masyarakat Korea Selatan. Film ini dengan jelas menggambarkan kehidupan kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender. Film ini juga menunjukkan perlakuan tidak adil yang diterima oleh kaum (LGBT) di Korea Selatan. Penggambaran ketidakadilan yang dirasakan oleh kaum (LGBT) dalam film merupakan cerminan dari perilaku masyarakat yang sesungguhnya terjadi di Korea Selatan. Film ini bertujuan sebagai media agar masyarakat lebih memahami kehidupan kaum (LGBT) di Korea Selatan yang sebelumnya belum pernah ditunjukkan dengan gamblang kepada masyarakat umum. Penelitian ini akan dianalisis menggunakan teori sosiologi sastra. Teori sosiologi sastra berpandangan bahwa karya sastra tidak dapat lepas dari realitas sosial yang terjadi dalam masyarakat karena karya sastra merupakan refleksi langsung berbagai aspek struktur sosial, hubungan kekeluargaan, konflik kelas, trend lain yang mungkin muncul, dan komposisi populasi. Penggunaan teori ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mengenai ketidakadilan yang terjadi terhadap kaum termarjinalkan yang berada di dalam suatu ruang lingkup masyarakat yang merupakan bentuk realita yang terjadi dalam masyarakat pada masa itu. Melalui analisis yang dilakukan, ditemukan manifestasi ketidakadilan yang terjadi terhadap kaum (LGBT) di Korea Selatan. Bentuk-bentuk ketidakadilan terhadap kaum (LGBT) terbagi menjadi dua bentuk yaitu diskriminasi dan tindak kekerasan terhadap kaum (LGBT). Film (Two Weddings and A Funeral) juga digunakan sebagai media bagi sutradara Kim Jho Kwang Soo untuk menyalurkan kritiknya terhadap masyarakat Korea Selatan mengenai kekecewaannya terhadap ketidakadilan yang selama ini dialami pleh kaum (LGBT) di Korea Selatan. Kritik yang disampaikan umumnya mengenai kekecewaanya kepada perilaku masyarakat Korea Selatan terhadap kaum (LGBT). Masyarakat Korea Selatan masih banyak yang memandang rendah kaum (LGBT) sehingga perilaku tidak adil terhadap kaum (LGBT) masih banyak terhadap.

Movie (Two Weddings and A Funeral) by Kim Jho Kwang Soo is a romantic comedy movie, that boldly lifts subjects that are still considered taboo in the community into a story that can be enjoyed by the people of South Korea. This movie clearly depicts the lives of lesbians, gays, bisexuals, and transgenders or better known as LGBT in South Korea. This movie also shows the unfair treatment received by LGBT people in South Korea. The depiction of injustice perceived by LGBT people in the movie are reflections of public behavior that actually occurred in South Korea. This movie aims to be a medium for people to understand the life of LGBT community in South Korea who had never been shown clearly to the general public. This research uses sociology of literary theory. Sociology of literary theory believes that literature can not be separated from social reality in society, because the literature work is a direct reflection of various aspects of social structure, family relationships, class conflict, other trends that may arise, and population composition. The use of this theory aims to provide knowledge about the injustice that occurs against the people that are marginalized in a scope of society which is a form of reality that occurred in the community at that time. Through the analysis, there was a manifestation of injustice that happened to LGBT community in South Korea. The forms of injustice against LGBT community is divided into two forms: discrimination and violence against LGBT community. (Two Weddings and A Funeral) movie is also used as a medium by director Kim Jho Kwang Soo to shed criticism of South Korean society. The criticism generally conveyed about the disappointment of South Korean people's behavior against LGBT community. Most South Korean society still looks down on LGBT community, hence, they still receive unfair treatment in South Korea.

Kata Kunci : sosiologi sastra, ketidakadilan, lesbian, gay, biseksual, transgender, masyarakat.

  1. S1-2018-347419-abstract.pdf  
  2. S1-2018-347419-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-347419-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-347419-title.pdf