Laporkan Masalah

PEMETAAN TOPOGRAFI SKALA 1:500 DENGAN METODE TERESTRIS DUSUN SIDOMULYO DAN DUSUN BANYURIPAN, DESA BANYURIPAN, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN, PROVINSI JAWA TENGAH

DENI BAKTI SANTOSO, Ir. Untung Rahardjo, M.T.

2018 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK GEOMATIKA

INTISARI Salah satu program pemerintahan Presiden Joko widodo saat ini yang terkandung Nawacita yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Pembangunan nasional berbasis desa membutuhkan informasi geospasial yang memadai. Informasi geospasial merupakan informasi yang sangat berharga dan dapat digunakan untuk mengelola sumber daya alam, penyusunan rencana tata ruang, perencanaan lokasi investasi, menentukan garis batas wilayah, pertanahan, kepariwisataan, dan pertahanan keamanan. Pemetaan topografi dengan metode terestris adalah salah satu cara dalam menyediakan data geospasial. Contoh dari kegiatan pemetaan topografi ini adalah pemetaan topografi di Dusun Sidmulyo dan Dusun Banyuripan, Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah Pelaksanaan pemetaan topografi Dusun Sidmulyo dan Dusun Banyuripan, Desa Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah meliputi orientasi lapangan, pengukuran kerangka kontrol horizontal, pengukuran kerangka kontrol vertikal, perhitungan data, penggambaran peta dan uji peta. Hasil dari pemetaan topografi ini berupa peta topografi skala 1:500 yang terbagi dalam 2 lembar kertas A1. Adapun hasil uji peta didapatkan 90% sample detil planimetris lulus uji dan hanya 85% sample titik tinggi yang lulus uji ketinggian.

ABSTRACT One of the current government programs of President Joko Widodo contained in Nawacita is to build Indonesia from the periphery by strengthening the regions and villages within the framework of the unitary state. Village-based national development requires an adequate geospatial information. Geospatial information is valuable information and can be used to manage natural resources, spatial planning, investment location planning, determining borders, land administration, tourism, and defense of country. Topography mapping using terrestrial methods is one way of providing geospatial data. The examples of topography mapping activities is topography mapping in Sidmulyo and Banyuripan, Banyuripan Village, Bayat Sub-district, Klaten Regency, Central Java Province. The implementation of topography mapping in Sidmulyo and Banyuripan, Banyuripan Village, Bayat Sub-district, Klaten Regency, Central Java Province are field orientation, horizontal control surveys, vertical control surveys, data calculation, drawing map, and map quality checking. The result of this topography mapping is topography map on scale 1: 500 that divided into 2 sheets of A1 paper, while the result of map quality checking is 90% planimetric sample qualified and only 85% Spot Height sample qualified.

Kata Kunci : pembangunan desa, pemetaan, peta topografi, terestris

  1. D3-2018-09889-abstract.pdf  
  2. D3-2018-09889-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-09889-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-09889-title.pdf  
  5. D3-2018-386503-abstract.pdf  
  6. D3-2018-386503-bibliography.pdf  
  7. D3-2018-386503-tableofcontent.pdf  
  8. D3-2018-386503-title.pdf