Dinamika Dry Matter Intake pada Sapi Perah Dara Bunting Trimester Ketiga sampai Beranak
MUHAMMAD AFLAHUDDIN FATWAPUTRA, Dr. Ir. Adiarto, M.Sc. ; Ir. Andriyani Astuti, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM.
2018 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANStres panas menjadi tantangan tersendiri bagi peternak sapi perah di Indonesia. Hal ini dapat berdampak pada produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika dry matter intake pada sapi dara bunting trimester ketiga sampai kelahiran dan mengetahui dampak lingkungan mikro kandang terhadap kemampuan konsumsi dry matter intake. Ternak yang digunakan dalam penelitian adalah 5 ekor sapi perah Friesian Holstein (FH). Pakan yang diberikan adalah rumput raja dan konsentrat. Pemberian pakan dilakukan secara terkontrol yaitu dengan 4 frekuensi pemberian dalam sehari. Parameter lingkungan yang digunakan meliputi suhu lingkungan dan kelembaban udara. Metode pengambilan data yaitu dengan mencatat faktor lingkungan yang mempengaruhi konsumsi pakan ternak dan faktor konsumsi pakan ternak bunting sampai beranak. Analisis data secara deskriptif. Data suhu dan kelembaban lingkungan dihitung dalam nilai temperature humidity index (%THI). Hasil penelitian terkait lingkungan menunjukkan nilai THI 80,3±1,2 yang berarti bahwa ternak berada dalam kondisi lingkungan yang tidak ideal untuk berproduksi atau ternak dalam keadaan stres sedang. Selain itu, dinamika yang terjadi pada setiap periode kebuntingan yaitu periode far dry off, close dry off, partus dan pasca partus secara berturut-turut menunjukkan nilai 11,9±0,7 kg, 13,2±1,0 kg, 11,9±4.6 kg, dan 27,2±7,3 kg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada usia kebuntingan mendekati masa partus ternak mengalami penurunan konsumsi pakan dan kemudian meningkat pada masa setelah partus.
Heat stress becomes a challenge for dairy farmers in Indonesia. Heat stress can have an impact on cows productivity. The aimed of this research was to observe the dynamics of dry matter intake in the third trimester of pregnancy to day of partus and to know the environmental impact to the ability of dry matter intake. Five Friesian Holstein (FH) of dairy cows were used in this research. They were feed with king grass and complete concentrate 4 times in a day. Environmental parameters measured, included of ambient temperature and air humidity. Environmental factors that influence dairy cows consumption were recorded. Temperature and humidity data were calculated as temperature humidity index (%THI) values. The results of the environmental studies showed the THI value of 80.3±1.26 which means that the dairy cows were in an environment condition that was not ideal for production or cows in a state of moderate stress. In addition, the dry matter dynamics occurring in cows were 11.9±0.7 kg, 13.2±1.0 kg, 11.9±4.6 kg, and 27.2±7.3 kg. The conclusion is that at third trimester of pregnancy, dairy cows decreased feed comsumption and then increased after the partus.
Kata Kunci : sapi perah, dara bunting, dry matter intake, lingkungan / dairy cows, pregnant dairy heifer, environment, dry matter intake