Laporkan Masalah

DAMPAK PEMBANGUNAN JALUR JALAN LINTAS SELATAN (JJLS) TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DESA BANARAN DAN DESA KARANGSEWU, KECAMATAN GALUR, KABUPATEN KULON PROGO

ESTI LUARNO, Latri Wihastuti, SE.M.Sc.

2018 | Tugas Akhir | D3 EKONOMIKA TERAPAN

Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) mengindikasi adanya perubahan pendapatan masyarakata Desa Banaran dan Desa Karangsewu. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak terhadap pendapatan masyarakat sebelum dan sesudah JJLS serta mengetahui perbedaan dampak yang ditimbulkan setelah adanya pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) terhadap pendapatan antara masyarakat Desa Banaran dan Desa Karangsewu. Penelitian ini menggunakan alat analisis Wicoxon Signed-Rank Test dan Uji Man u Withney dengan data masyarakat yang terdampak sebesar 82 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan pendapatan masyarakat Desa Banaran dan Desa Karangsewu sebelum dan sesudah adanya JJLS serta tidak ada perbedaan dampak terhadap pendapatan antara masyarakat Desa Banaran dan Desa Karangsewu sebelum dan sesudah adanya JJLS. Dari hasil ini diketahui bahwa 97,56% masyarakat atau sejumlah 80 dari total responden mengalami penurunan pendapatan. Penurunan ini disebabkan karena masyarakat belum sepenuhnya memanfaatkan sekitaran ruas JJLS ini untuk membuka usaha baru, guna mengganti penurunan pendapatan mereka akibat sawah atau lahanya yang menjadi mata pencaharian utama merekaa berkurang akibat pembangunan JJLS. Dampak yang dirasakan dua desa ini berbeda dimana Desa Banaran rerata peringkatnya 38,29 lebih rendah dari pada rerata Desa Karangsewu, yaitu 44,71, rerata pendapatan Desa Karangsewu lebih tinggi karena masyarakatnya lebih sadar untuk memiliki pekerjaan sampingan yaitu sebagian kecil warganya membuka usaha baru di ruas JJLS ini. Disarankan Pemerintah Daerah melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk membuka usaha baru serta mengevaluasi kembali dampak pembangunan JJLS , dikarenakan banyak sawah yang mengalami gagal panen akibat kebanjiran yang disebabkan irigasi tidak lancar setelah adanya jalan tersebut.

The construction of the South Cross Road Line (JJLS) indicates a change of income for the people of Desa Banaran and Desa Karangsewu. The purpose of this research is to know the impact on the income of the community before and after JJLS and to know the difference of impact caused after the development of South Traffic Line (JJLS) to the income between Banaran Village and Karangsewu Village. This study used the Wicoxon Signed-Rank Test tool and Man U Withney test with the affected community data of 82 people. The results of this study indicate that there are differences in income of Banaran and Karangsewu villages before and after the JJLS and there is no difference in impact on income between Banaran and Karangsewu villagers before and after JJLS. From these results it is known that 97.56% of society or some 80 of the total respondents experienced a decrease in income. This decline is caused by the fact that the community has not fully utilized the JJLS segment to open new business, in order to replace the decrease of their income due to the rice field or lahanya which become their main livelihood is reduced due to JJLS development. The impact of these two villages is different, whereas the village of Banaran is 38.29 percent lower than the average of Karangsewu Village, which is 44.71, the average income of Karangsewu Village is higher because the community is more aware to have side job ie a small part of its citizens open new business in this JJLS segment. It is recommended that the local government to provide guidance and socialization to the community to open a new business and to reevaluate the impact of JJLS development, due to the many fields that have failed to harvest due to flooding caused by irrigation is not smooth after the road.

Kata Kunci : dampak pembangunan, JJLS, pendapatan masyarakat

  1. D3-2018-384430-abstract.pdf  
  2. D3-2018-384430-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-384430-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-384430-title.pdf