Laporkan Masalah

Daya Saing Usahatani Tebu di Kabupaten Magetan

EMERALDA FIRDAUSA W, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.; Sugiyarto, S.P., M.Sc.

2018 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS

Penelititian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan kompetitif, komparatif dan dampak kebijakan pemerintah pada input dan output terhadap daya saing usahatani tebu di Kabupaten Magetan. Matriks Analisis Kebijakan digunakan untuk penelitian ini. Selanjutnya digunakan matriks penilaian daya saing untuk menilai daya saing usahatani tebu di Kabupaten Magetan. Hasil menunjukkan nilai PCR 0,790 pada bongkar ratoon serta nilai PCR 0,664 pada rawat ratoon yang berarti usahatani untung secara finansial dan memiliki keunggulan kompetitif. Nilai DRCR bongkar ratoon 0,950 dan DRCR rawat ratoon 0,772 menunjukkan usahatani tebu memiliki keunggulan komparatif. Kebijakan pemerintah secara keseluruhan menjadikan usahatani tebu di Kabupaten Magetan memiliki nilai daya saing yang sangat tinggi. Kebijakan pemerintah pada Output bersifat melindungi dan menguntungkan petani dengan nilai NPCO bongkar ratoon 1,128 dan rawat ratoon 1,130. Nilai NPCI bongkar ratoon 0,603 dan NPCI rawat ratoon 0,643 menunjukkan kebijakan pemerintah pada input tradable bersifat melindungi dan menguntungkan petani. Namun kebijakan pada input non-tradable membebankan petani tebu dengan membayar input lebih tinggi, nominalnya diketahui dari nilai TF bongkar ratoon Rp1.453.706 dan TF rawat ratoon Rp1.174.254 sehingga petani tebu membayar input non-tradable lebih tinggi dari harga sosialnya.

This study aims to determine the competitiveness of sugarcane farming in Magetan Regency based on competitive advantage, comparative adventage and impact of government policy on input and output. Policy Analysis Matrix is used to conduct this research. The result showed the value of PCR 0,790 on planting cane and PCR 0,664 on ratoon cane suggested that sugarcane farming has a competitive advantage. The value of DRCR planting cane 0,950 and DRCR ratoon cane 0,772 indicated that sugarcane farming has a comparative advantage. Overall, the government policy made sugarcane farming in Magetan Regency has a very high competitiveness value. The Government's policy on output of the farming is protecting and profitable farmers with value of NPCO planting cane 1,128 and ratoon cane 1,130. The value of NPCI planting cane 0,603 and NPCI ratoon cane 0,643 indicate government's policy on tradable inputs also protecting and profitable farmers. However, the policy on non-tradable inputs imposes sugarcane farmers by paying higher inputs, nominal value of TF planting cane IDR1.453.706 and TF ratoon cane IDR1.174.254 so that sugarcane farmers pay non-tradable inputs higher than social price.

Kata Kunci : Usahatani tebu, Magetan, Daya saing, Matriks Analisis Kebijakan

  1. S1-2018-369329-abstract.pdf  
  2. S1-2018-369329-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369329-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369329-title.pdf