Optimasi Penggunaan Faktor Produksi Usahatani di Lahan Pasir Pantai Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul
MUTIA NUROCHMAH, Sugiyarto, S.P., M.Sc. ; Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D. ; Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISPenelitian ini dilakukan di Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul yang memiliki lahan pasir. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) menentukan pola tanam untuk memaksimalkan pendapatan, (2) menganalisis luasan lahan pada pola tanam yang optimal, dan (3) pendapatan maksimal pada usahatani dari pola tanam yang optimal. Sampel yang digunakan yaitu petani yang mengusahakan hortikultura di lahan pasir sebanyak 45 petani yang diambil secara purposive sampling. Metode yang digunakan adalah pemrograman linear (LP) menggunakan software WINQSB. Analisis yang digunakan adalah analisis primal dan analisis dual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pola tanam optimal yang disarankan yaitu menanam cabai – bawang merah- bawang merah untuk, (2) luasan lahan yang optimal adalah 0,35 ha pada musim tanam I dan III, serta 0,3 ha pada musim tanam II, (3) pendapatan maksimal yang diperoleh petani yaitu Rp 97.034.692,00, meningkat dari Rp 50.927.804,00. Status seluruh sumberdaya pada pola tanam tersebut langka atau habis digunakan. Harga bayangan kendala lahan memiliki nilai terbesar dibandingkan dengan nilai harga bayangan dari kendala lain. Hal ini menunjukkan bahwa lahan menjadi kendala terbesar dalam pola tanam tersebut.
This research is conducted in Sanden Sub District Bantul Regency which has sandy land. The aims: (1) to determine the cropping patterns that maximizing farm income,(2) to analyze how large area of optimized cropping pattern, and (3) to calculate maximum income of optimized cropping pattern. Sample are used farmers who planting horticulture in sandy land as much as 45 farmers which took by purposive sampling. Data are analyzed by applying primal and dual analyse of linear programming (LP) method by using WINQSB. The results show (1)the optimized cropping pattern are pepper- shallot- shallot, (2) the optimized land area are 0,35 hectare for season I and III, also 0,3 hectare for season II, (3) the maximum income that farmer gained is Rp 97.034.692,00, increase from Rp 50.927.804,00. This research also shows all of the resources are rare, it means the resources are limited or used up during processing product. The shadow price of land has the greatest value compared to the shadow price of other inputs. It means that the land availability becomes the biggest obstacle in that cropping pattern.
Kata Kunci : optimalization, cropping pattern, linear programming (LP), and maximum income.