Penguatan Upaya Penegakan Hukum terhadap Kejahatan Terkait dengan Perikanan Melalui Perjanjian Kerjasama Regional Melawan Kejahatan Terkait dengan Perikanan (Regional Cooperation Agreement Against Crimes Related to Fisheries)
AYU MAWAR RINI, Agustina Merdekawati, S.H., LL.M.
2018 | Skripsi | S1 HUKUMPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi pembentukan Perjanjian Kerjasama Regional Melawan Kejahatan Terkait dengan Perikanan (Regional Cooperation Agreement Against Crimes Related to Fisheries) sehingga dapat menguatkan upaya penegakan hukum terhadap Kejahatan Terkait dengan Perikanan di Indonesia. Penelitian ini turut pula menganalisis langkah-langkah apa saja yang dapat dikontribusikan Indonesia dalam rangka mendorong terbentuknya Perjanjian Kerjasama Regional Melawan Kejahatan Terkait dengan Perikanan (Regional Cooperation Agreement Against Crimes Related to Fisheries). Jenis Penelitian ini merupakan penelitian normatif eksplanatoris. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kolaboratif antara metode penelitian studi dokumen dan wawancara. Metode penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder di bidang hukum yang selanjutnya dianalisis melalui analisis kualitatif dengan pendekatan undang-undang. Berdasarkan hasil pembahasan yang ada, hasil penelitian ini adalah: Pertama, Regional Cooperation Agreement Against Crimes Related to Fisheries hadir sebagai solusi yang lebih efektif dalam menegakkan Kejahatan Terkait dengan Perikanan yang bersifat transnasional dan terorganisasi karena perjanjian kerjasama tersebut memang langsung mengarah pada akar permasalahan yakni bekerjasama dengan negara kawasan regional Asia Tenggara yang memang menjadi tempat kelompok penjahat terorganisasi menjalankan praktik kejahatan terkait. Kedua, dalam rangka mendorong terbentuknya Regional Cooperation Agreement Against Crimes Related to Fisheries, Indonesia dapat terus mengarusutamakan isu di forum internasional, dengan mengupayakan pembentukan resolusi pada forum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan terlibat dalam kampanye melawan Kejahatan Terkait dengan Perikanan yang disertai narasi tunggal oleh Indonesia yang dapat semakin menunjukkan keseriusan Indonesia dalam membentuk instrumen internasional yang mengikat.
This research has purpose to analyze the urgency of establishment of the Regional Cooperation Agreement Against Crimes Related to Fisheries in order to strengthen the law enforcement of Crimes Related to Fisheries in Indonesia. This research also analyses what actions that Indonesia could be contributed in order to encourage the establishment of Regional Cooperation Agreement Against Crimes Related to Fisheries. This research is normative explanatory research. The method of collecting data in this research are literature research and interview. Literature research method was used to collect secondary data in law. All collected data was analyzed by qualitative analysist through statute approach. Based on analysist in this research, the result figures that: First, the establishment of Regional Cooperation Agreement Against Crimes Related to Fisheries would be an effective solution in order to enforce Crimes Related to Fisheries that is transnational and organized, since the agreement directly aims the main problem in cooperating with regional countries in South East Asia, which it does become places for criminal organized group to run crimes. Second, in order to encourage the establishment of Regional Cooperation Agreement Against Crimes Related to Fisheries, Indonesia could take actions on mainstreaming this issue in international forum, through seeking establishment of United Nations Resolution and be a part of international campaigns against Crimes Related to Fisheries with single naration from Indonesia that can show its serious concern in forming a binding international instrument.
Kata Kunci : Kejahatan Terkait dengan Perikanan, Perjanjian Internasional, Transnational Organized Crime