Laporkan Masalah

HUBUNGAN STRES DENGAN KONSEP DIRI NARAPIDANA WANITA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIB YOGYAKARTA

YANUARTA SULISTIYAWATI, Dr. Ibrahim Rahmat, S.Kp., S.Pd., M.Kes. ; Puji Sutarjo, S.Kep., Ns., MPH.

2018 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN

Latar belakang: Narapidana wanita di lembaga pemasyarakatan memiliki prevalensi stres yang lebih tinggi daripada narapidana laki-laki karena secara psikologis, narapidana wanita memiliki masalah mental emosional yang lebih tinggi. Stres dapat memberikan perubahan dalam kehidupan yang dapat berespon secara emosional dalam bentuk perasaan negatif terhadap diri sendiri. Perasaan negatif tersebut dapat memengaruhi respon konsep diri individu sehingga menjadi maladaptif. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara stres dengan konsep diri pada narapidana wanita di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas IIB Yogyakarta. Metode penelitian: Penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional. Penelitian dilakukan di LPP Kelas IIB Yogyakarta pada Bulan Desember 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah narapidana wanita di LPP Kelas IIB Yogyakarta yang berjumlah 64 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik consecutive sampling. Pengukuran stres menggunakan instrumen Windistiar (2016) dan pengukuran konsep diri menggunakan instrumen Rahmat (2015) yang dimodifikasi oleh peneliti. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat stres yang rendah (79,69%) dan memiliki konsep diri yang negatif (51,6%). Berdasarkan chi-square pada uji hubungan antara tingkat stres dengan konsep diri didapatkan nilai p value sebesar 0,001. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stres dengan konsep diri pada narapidana wanita di LPP Kelas IIB Yogyakarta.

Background: Female prisoners in prisons have a higher prevalence of stress than male prisoners. It�s because a psychological of female prisoners that they have higher mental emotional problems than male prisoners. Stress can provide a change in life that can respond emotionally in the form of negative feelings to oneself. These negative feelings can affect the self-conceptual response of the individual to become maladaptive. Objective: To know the relationship between stress and self-concept on female prisoners in Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) IIB Yogyakarta. Methods: Non-experimental quantitative research with correlational analytics and cross-sectional design. The study was conducted at LPP Class IIB Yogyakarta in December 2017. The sample in this study was female convicts in LPP Class IIB Yogyakarta, which amounted to 64 people. The sampling technique used in this study is the consecutive sampling technique. Stress measurements using the Windistiar instrument (2016) and self-concept measurements using the Rahmat instrument (2015) were modified by the researchers. The analysis used in this study is univariate and bivariate analysis tha using chi-square test. Results: The majority of respondents had a low stress (79,69%) and had a negative self-concept (51,6%). Based on chi-square on the test of the relationship between the stress level and self-concept, obtained p value=0.001. Conclusion: There is a relationship between stress and self concept on female prisoners in LPP Class IIB Yogyakarta.

Kata Kunci : Kata kunci: konsep diri, lembaga pemasyarakatan perempuan, narapidana wanita, stres

  1. S1-2018-365229-abstract.pdf  
  2. S1-2018-365229-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-365229-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-365229-title.pdf