Ketahanan Pangan Rumah Tangga Tani Bawang Merah di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes
MUTIA ALFI HIDAYATIN, Pinjung Nawang Sari, S.P., M.Sc.; Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D.; Dr. Ir. Slamet Hartono, M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISKetahanan pangan adalah keadaan ketika semua orang dapat memiliki akses baik secara fisik, sosial dan ekonomi terhadap pangan yang cukup, aman, dan bergizi yang dapat memenuhi kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) tingkat pangsa pengeluaran pangan, 2) tingkat kecukupan energi, 3) tingkat ketahanan pangan, dan 4) faktor-faktor yang mempengaruhi pangsa pengeluaran rumah tangga tani bawang merah di Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Kondisi ketahanan pangan rumah tangga dapat diketahui dengan menggunakan klasifikasi silang menurut Jonsson and Toole, sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi ketahanan pangan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga tani bawang merah di Kecamatan Wanasari memiliki nilai pangsa pengeluaran pangan yang tergolong rendah (43,13%) dan tingkat kecukupan energi yang tergolong cukup (96,11%). Rumah tangga yang tergolong tahan pangan adalah 66,67%. Faktor-faktor yang mempengaruhi pangsa pengeluaran pangan di Kecamatan Wanasari adalah pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, harga beras, dan harga tempe.
Food security is a situation that exists when all people have physical, social and economic access to sufficient, safe and nutritious food that meets their dietary needs. This research aims to determine 1) the level of the share of farm household food expenditure, 2) the level of energy sufficiency, 3) food security conditions, and 4) the factors that affect the level of the share of farm household food expenditure in the district of Wanasari Brebes Regency. Household food security conditions can be detected through Jonsson and Toole’s cross-classification and factors affecting the share of food expenditure can be determined by multiple linear regression analysis. The results showed that shallots farm households in the district of Wanasari has share of food expenditure were categorized as law (43,13%) and the value of energy sufficiency were categorized enough (96,11%). Households that classified as food secure is 66,67%. Factors that affect the level of the share of farm household food expenditure in the district of Wanasari are houseshold income, number of family members, price of rice, and price of tempeh.
Kata Kunci : Bawang merah, ketahanan pangan, pangsa pengeluaran pangan, tingkat kecukupan energi