Laporkan Masalah

Keragaan Pertumbuhan Bibit Tiga Klon Teh (Camellia sinensis L.) pada Dua Media Pembibitan

ARI MURTI AHMADI, Rani Agustina Wulandari, S.P., M.P., Ph.D.

2018 | Skripsi | S1 PEMULIAAN TANAMAN

Teh (Camellia sinensis L.) merupakan tanaman perkebunan yang mempunyai peran besar dalam peningkatan devisa negara. Pembibitan teh merupakan hal yang penting diperhatikan karena akan menentukan pertumbuhan dan kualitasnya. Media pembibitan menjadi satu hal yang menjadi perhatian karena darisanalah bibit mendapat suplai unsur hara yang diperlukan yang akan mempengaruhi pertumbuhan. Arang sekam dan limbah baglog merupakan limbah yang sangat potensial untuk digunakan sebagai media pembibitan teh karena kandungan unsur haranya yang tinggi, ringan dan masih jarang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keragaan pertumbuhan bibit teh pada media yang ditambahkan dengan arang sekam dan limbah media jamur (baglog) dan dibandingkan dengan media kontrol yang selama ini digunakan. Penelitian ini disusun dalam rancangan acak lengkap dua faktor (klon x media pembibitan) dengan empat ulangan. Faktor pertama berupa macam klon yaitu: TRI 2025, PS 1 dan TPS 93 dan faktor kedua berupa macam media tanam yaitu: tanah + arang sekam (1:2), tanah + limbah baglog (1:2) dan kontrol. Kontrol terdiri dari top soil dan sub soil dengan perbandingan 1:3. Data yang diperoleh diuji beda nyata perlakuannya dengan menggunakan sidik ragam (anova). Apabila pada sidik ragam perlakuan menunjukkan pengaruh nyata pada taraf 5%, maka untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan perlu dianalisis lagi dengan uji beda nyata jujur Tukey dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bibit pada tanah + arang sekam lebih baik dibandingkan pada media tanah + limbah baglog. Media tanah + arang sekam dapat dijadikan media pembibitan alternatif, adapun media tanah + limbah baglog cenderung menurunkan kualitas bibit teh.

Tea (Camellia sinensis L.) is one of the commodity that have a big role in increasing the country's income. Tea seedling is a very important because it will determine the tea growth and quality. Media becomes the important thing because the nutrient content will determine the seedling growth. Rice husk and mushroom media waste (baglog) is a potential waste to be used as a tea seedling media because of it's nutrient, light weight and underutilized. This research conducted to analyze performance of tea seedling growth on the media that added with rice husk and mushroom media waste (baglog) than compared to the control media that for decades has been used. The research was arranged in complete random design two factors (clone x seedling media) with four replication. The clones were TRI 2025, PS 1 and TPS 93. The media consist of: soil + rice husk (1:2), soil + mushroom media waste (1:2) and control. The control media consist of top and sub soil with ratio 1:3. Data were analyzed with analysis of variance (anova) at 95 % confidence levels, and continued with Tukey test if there were differences among the treatments. The results showed that soil + rice husk can be used as a substitution media of tea seedling media that has been used, while the mushroom media waste (baglog) tend to decrease the quality of tea seedling.

Kata Kunci : pembibitan teh, arang sekam, limbah media jamur

  1. S1-2013-350231-abstract.pdf  
  2. S1-2013-350231-bibliography.pdf  
  3. S1-2013-350231-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2013-350231-title.pdf