Gambaran Pengetahuan Tenaga Kesehatan Tentang Penyakit Tuberkulosis Paru di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan
ROMI ADE SELSATA, dr. R. Ludhang Pradipta Rizki, M. Biotech, Sp. MK; Dr. dr. Rustamadji, M.Kes;
2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Penyakit tuberkulosis paru masih menjadi suatu masalah kesehatan dan menjadi penyebab kematian terbanyak di dunia, termasuk di Indonesia. Penanggulangan tuberkulosis sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga kesehatan yang menangani kasus TB. Pengetahuan tentang tuberkulosis yang buruk dapat mengakibatkan tidak maksimalnya kinerja tenaga kesehatan dalam menangani kasus tuberkulosis Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tenaga kesehatan tentang penyakit tuberkulosis paru di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner sebagai alat ukur. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Agustus 2016 dengan subyek penelitian 62 tenaga kesehatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Data dianalisis dengan analis statistik deskriptif dan analisis komparasi menggunakan uji T tidak berpasangan, uji Kruskal-Wallis dan uji Mann-Whitney. Hasil: Tingkat pengetahuan tenaga kesehatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tentang penyakit TB secara umum memiliki rata-rata skor 71,05 (SD 13,88) dengan rincian median tingkat pengetahuan TB pada kategori pertanyaan epidemiologi dan pencegahan sebesar 72,73, kategori diagnosis sebesar 83,33, kategori terapi sebesar 100, dan kategori prognosis sebesar 40. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan terapi TB yang signifikan antara kelompok usia 23-38 dengan 39-43 tahun (p=0,004), 23-28 dengan >44 tahun (p=0,035), dan 34-38 dengan 39-43 tahun (p=0,012). Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan epidemiologi dan pencegahan TB terhadap profesi tenaga kesehatan antara profesi dokter dan laboran (p=0,003). Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan TB pada kategori secara umum, epidemiologi, pencegahan, dan prognosis antara tingkat pendidikan menengah dan tingkat pendidikan tinggi. Kesimpulan: Tenaga kesehatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki tingkat pengetahuan TB secara umum yang cukup.
Background: Pulmonary tuberculosis is still a health problem and the leading cause of death around the world, including Indonesia. Tuberculosis prevention is strongly influenced by the level of knowledge possessed by health workers. Health worker's poor knowledge about tuberculosis can result in inadequate performance in handling tuberculosis cases. Objective: to evaluate the level of knowledge about pulmonary tuberculosis among health workers in Hulu Sungai Selatan Regency, Kalimantan Selatan Method: Quantitative descriptive research with cross-sectional study design using research instrument in the form of questionnaire. Data collection was conducted in August 2016 from 62 health workers in Hulu Sungai Selatan Regency, Kalimantan. Data were analyzed using descriptive statistic and comparative analysis. Result: The mean score of health workers TB knowledge is 71.05 (SD 13,88). Median score for tuberculosis epidemiology and prevention questions category is 72.73, diagnosis questions category 83.33, therapy questions category 100, and prognosis questions category 40. There was a significant difference in the level of tuberculosis therapy knowledge between 23-38 and 39-43 years old group (p=0,004), 23-28 and >44 years old group (p=0,035), 34-38 and 39-43 years old group (p=0,012). There was also a significant difference in the level of tuberculosis epidemiology and prevention knowledge between doctor and laboratory assistant (p=0,003). There was a significant difference in the level of tuberculosis general, epidemiology, prevention, and prognosis knowledge between medium and high education level. Conclusion: The health workers in Hulu Sungai Selatan Regency have intermediate level of general tuberculosis knowledge.
Kata Kunci : pengetahuan, tuberkulosis paru, tenaga kesehatan, knowledge, pulmonary tuberculosis, health workers