Tingkat Literasi Pengobatan Amlodipin pada Pasien Hipertensi di Wilayah Sleman
ANASTHASIA R P, Dr. Susi Ari Kristina, M. Kes., Apt.;Niken Nur Widyakusuma, M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 FARMASIPenggunaan obat yang tidak tepat, tanpa informasi yang akurat dan memadai dapat menyebabkan masalah kesehatan baru. Pada pasien hipertensi hal ini perlu perhatian dikarenakan pengobatan dilakukan secara rutin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat literasi penggunaan obat menggunakan konsep Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) serta faktor yang berhubungan dengan tingkat literasi penggunaan obat pada pasien hipertensi di puskesmas wilayah Sleman. Pengambilan data dilakukan secara convenience sampling. Responden sejumlah 102 orang dengan kriteria inklusi pasien dengan diagnosis hipertensi dan berusia kurang dari sama dengan 18 tahun. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner Rapid Estimate of Adult Literacy in Medicine (REALM) untuk melihat literasi kesehatan, dan kuisioner untuk melihat tingkat literasi penggunaan obat menggunakan instrumen dengan konsep GeMa CerMat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat). Data dianalisa secara deskriptif dan menggunakan uji Chi-square untuk melihat adanya hubungan antara faktor sosiodemografi dan literasi kesehatan dengan literasi penggunaan obat. Responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan (65,7%), berusia antara 60-69 tahun (35,3%), memiliki status pendidikan rendah (52,9%), tidak bekerja (52,9%), memiliki asuransi (97,1%), durasi hipertensi kurang dari 5 tahun (83,3%), jarak rumah ke puskesmas kurang dari sama dengan 2 km(73,5%) dan pendapatan kurang dari sama dengan Rp500.000 (64,7%). Dari 102 responden, 64,7% dikategorikan illiterate sementara 35,3% dikategorikan literate. Terdapat hubungan antara pendidikan dengan literasi penggunaan obat (p=0,001) dan ada hubungan antara pendapatan dengan literasi penggunaan obat (p=0,000). Sebagian besar responden memiliki tingkat literasi dengan kategori illiterate sehingga butuh pembenahan kemasan obat untuk meningkatkan pemahaman informasi pada obat.
Improper use of drugs, without accurate and adequate information can cause new health problems. In patient with hypertension this needs attention because the treatment is done routinely. The objective of this study is to determine the level of medicine literacy using the concept of the Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) and its relationships with other factors to the level of medicine literacy towards patient with hypertension in primary care clinic in Sleman Regency. Data are obtained by convenience sampling. Respondents were 102 people, with inclusion criteria of patients with diagnosis of hypertension and aged over 18 years. The data were collected using the Rapid Estimate of Adult Literacy in Medicine (REALM) questionnaire to view health literacy, and questionnaires to see the level of literacy medicine using instruments with the GeMa CerMat (Gerakan Masyarakar Cerdas Menggunakan Obat) concept. Data were analyzed descriptively and using analytical statistic to know the influence of respondent sosiodemographic. Most paticipants were women (65,7%), aged 60-69 years (35,3%), had low education status (52,9%), did not work (52,9%), had health insurance (97,1%), duration of hypertension less than 5 years (83,3%), distance from house to primary care clinic under 2 kilometer (73,5%) and income under Rp500.000 (64,7%). From 102 participants, 64,7% were categorized illiterate while 35,3% were categorized literate. There was a correlation between educational attainment and medicine literacy (p = 0.001) and there was a relationship between income and medicine literacy (p = 0.000). Most respondents have a literacy level with illiterate categories so it requires a form of counseling that increases the understanding of information on drugs
Kata Kunci : literasi pengobatan, pasien hipertensi, konsep GeMa CerMat