PENGALAMAN KEBERHASILAN IBU BEKERJA MEMBERIKAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA MANADO
RAKHMAWATI AGUSTINA, Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si.; Dr. Toto Sudargo, SKM, M.Kes
2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Angka cakupan ASI eksklusif di Manado masih rendah, yaitu 20,9%. Manado. Salah satu faktor negatif yang berkaitan erat dengan pemberian ASI eksklusif adalah ibu yang bekerja. Peningkatan jumlah tenaga kerja perempuan di Kota Manado semakin meningkat. Hal ini membuka peluang kegagalan ASI eksklusif bagi ibu bekerja. Tidak adanya dukungan dari tempat kerja dan rendahnya pengetahuan membuat ibu tidak percaya diri. Komunitas Peduli ASI Sulawesi Utara (KAPAS) menjadi kelompok dukungan yang dapat memberikan informasi dan otivasi bagi ibu bekerja memberikan ASI eksklusif. Tujuan Penelitian: Menggali pengalaman keberhasilan ibu bekerja memberikan ASI eksklusif dengan menggunakan teori ekologi sosial. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Penelitian dilakukan di Kota Manado melalui komunitas KAPAS. Subjek penelitian dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi adalah ibu yang memiliki bayi dengan usia 6 bulan-24 bulan memberikan ASI eksklusif, ibu bekerja penuh waktu di sektor formal dan wilayah kerja di Kota Manado, domisili di Kota Manado. Metode pengumpulan data dengan wawancara mendalam, dan observasi. Triangulasi data dilakukan dengan wawancara mendalam kepada suami dan pimpinan/supervisor. Hasil Penelitian : Wawancara dilakukan kepada 18 orang yang terdiri dari 6 informan utama dan 12 informan pendukung. Tema dalam temuan penelitian ini adalah strategi ibu, usaha dari luar ibu, budaya dan hambatan ibu. Strategi yang dilakukan ibu meliputi menumbuhkan motivasi dan upaya saat hamil, masa cuti dan saat bekerja agar tetap dapat memberikan ASI eksklusif. Usaha dari lingkungan didapatkan dari dukungan keluarga, tempat kerja, dan tenaga kesehatan. Ibu tidak terpengaruh dengan mitos yang beredar seputar ibu menyusui, sedangkan hambatan yang dihadapi berasal dari ibu dan lingkungan sekitar ibu. Meskipun ada hambatan yang dihadapi namun ibu memiliki upaya penyelesaiannya sehingga berhasil memberikan ASI eksklusif sambil bekerja. Kesimpulan : Dukungan di sekitar ibu memberikan keyakinan dan motivasi untuk melanjutkan ASI eksklusif saat kembali bekerja. Komunitas menyusui memiliki peran penting sebagai wadah edukasi bagi ibu dan keluarga sehingga perlu diadakan kelas antenatal yang dapat melibatkan suami atau anggota keluarga lainnya.
Background : Exclusive breastfeeding (EBF) rate in Manado was lower than national rate, as amount 20,9% Study showed that the potential factor influence EBF cessation was the work return after giving birth. Data showed that female employers increased from 35% to 37% during the last 5 years and this was highly potential to decrease the EBF rate in Manado. Working mothers identified that the lack of workplace support and information as barrier to do breastfeeding activity continuously. North Sulawesi Breastfeeding Care Community (KAPAS)supported EBF information and motivated working mother provide EBF. Objective : Explore experiences of successful working mother provide exclusive breastfeeding using social ecological theory. Method : Qualitative research equiry based on phenomenology design. Data collected using indepth interview to explore experiences, observation in workplace and informans home. Participants was chosen through purposive sampling in KAPAS group, Manado. Inclusion criteria for research participants is a working mother who successfully provided exclusive breastfeeding, had children age 6-24 mon ths, lived and formally worked at Manado. Data triangulation was conducted through indepth interview with husband, manager/supervisor/colleague. Result : Total eighteen informants were interviewed consists of six working mothers and twelve as a triangulation informant. Four themes were identified : strategy of working mother, external support, culture, barrier of EBF. Strategy included motivation and effort of mother when pregnancy, maternal leave and while mother worked. Social environment support from family, workplace and health worker support included emotional, instrumental and informational support. EBF practi ce unaffected by culture. Barrier divided two subthemes : barrier from internal and external. Although some barriers happened to mothers but they had problem solving, thus success to provide exclusive breastfeeding as working mother. Conclusion : Social support encouraged working mother to raise positive belief and motivation to breastfeed exclusively. Breastfeeding support group has important role for working mothers, thus required antenatal class that involve father or other family members.
Kata Kunci : pengalaman, ASI eksklusif, ibu bekerja, ekologi sosial, experiences, exclusive breatfeeding, working mother, social ecological