Strategi Advokasi Bagi Anak Jalanan Melalui Yayasan Rumah Impian
RINTAN MIRZA DIANI , Dr. Phil. Ag Subarsono, M.Si., M.A.
2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIKTingginya jumlah anak jalanan yang ada di DIY dengan peningkatan yang terjadi setiap tahunnya menyebabkan permasalah tersebut tidak kunjung terselesaikan. Permasalahan anak jalanan tersebut merupakan dampak dari masih banyaknya keluarga miskin yang ada di DIY, hal tersebut kemudian menyebabkan anak dari keluarga miskin tersebut untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keberadaan anak jalanan tersebut merupakan isu yang digunakan oleh Yayasan Rumah Impian. Berpegang pada prinsip “the street is not for kidsâ€, Yayasan Rumah Impian melakukan advokasi dengan tujuan agar anak-anak jalanan tersebut mampu mengakses playanan-pelayanan seperti pendidikan, kesehatan, dan juga administrasi. Kegiatan adokasi merupakan dasar dari berdirinya Yayasan Rumah Impian. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penggunan metode deskriptif kualitatif ini karena agar dapat menjelaskan secara rinci mengenai kegiatan advokasi yang dilakukan oleh Yayasan Rumah Impian untuk memenuhi hak-hak dari anak jalanan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi advokasi yang digunakan oleh Yayasan Rumah Impian menggunakan tipe advokasi kasus, aras makro, denngan sasaran masyarakat lokal dan nasional. Peran dari Yayasan Rumah Impian adalah aktivis dengan teknik advokasi aksi sosial. Strategi tersebut didapatkan dari penelitian terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Yayasan Rumah Impian. Penelitian ini kemudian memberikan rekomendasi guna untuk memperbaiki kegiatan advokasi yang dilakukan oleh Yayasan Rumah Impian. Rekomendasi tersebut adalah dengan memperluas kerja sama antara Yayasan Rumah Impian dengan lembaga atau pihak lain yang berkaitan, dan kemudian Yayasan Rumah Impian perlu meningkatkan koordinasi dengan pemerintah, khususnya Dinas Sosial Yogyakarta untuk memaksimalkan kegiatan advokasi yang dilakukan.
The high number of street children in DIY with the increase that happens every year cause the problem is not resolved. The problem of street children is the impact of many poor families in DIY, thus causing the children from poor families to work to meet their daily needs. The existence of street children is an issue used by Yayasan Rumah Impian. Sticking to the "the street is not for kids" principle, Yayasan Rumah Impian advocates for the purpose of getting street children accessible to services such as education, health, and administration. Adocation activities are the foundation of the founding of Rumah Impian Foundation. The type of research used is qualitative research using case study method. The use of this case study method is to be able to explain in detail the advocacy activities undertaken by Yayasan Rumah Impian to fulfill the rights of street children. The results of this study indicate that the advocacy conducted by Yayasan Rumah Impian is a case advocacy with advocacy strategy used by Yayasan Rumah Impian using macro level. The objectives of the advocacy activities are local and national communities. The role of Yayasan Rumah Impian is an activist with social action advocacy techniques. The strategy is derived from research on the activities undertaken by Yayasan Rumah Impian. This research then provides recommendations to improve the advocacy activities conducted by Yayasan Rumah Impian. The recommendation is to expand cooperation between Yayasan Rumah Impian with other related institutions or parties, and then Yayasan Rumah Impian needs to improve coordination with the government, especially the Yogyakarta Social Service to maximize the advocacy activities undertaken.
Kata Kunci : advokasi, strategi advokasi, komunitas, anak jalanan, advocacy, advocacy strategy, street children.