Laporkan Masalah

ANALISIS USAHA TANI TANAMAN PERTANIAN PADA LAHAN HUTAN RAKYAT DESA BANJARARUM

SONIA AGUSTINA, Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si

2018 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN

Desa Banjararum merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kalibawang, mayoritas penduduknya merupakan petani hutan rakyat. Lahan hutan rakyat Desa Banjararum sebagian besar ditanami dengan pola agroforestri. Pola agroforestri merupakan sistem kombinasi tanaman berbasis kayu dengan tanaman pertanian. Tanaman pertanian dibudidayakan di lahan hutan rakyat untuk meningkatkan pendapatan, dan merupakan hasil jangka pendek yang dapat diperoleh petani hutan rakyat dari lahan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung besar biaya , pendapatan tanaman pertanian dan tingkat keuntungan yang diperoleh petani hutan rakyat dari kegiatan usaha tani tersebut. Penelitian dilakukan di Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo pada bulan September 2017 hingga Juni 2018. Penelitian ini menggunakan metode survey. Penentuan responden dengan menggunakan metode Purposive sampling. Responden dalam penelitian ini berjumlah 33 orang yang berada di Desa Banjararum. Data yang digunakan dalam penelitian ini dibedakan menjadi data primer yang di peroleh dari wawancara dan data sekunder yang diperoleh Kantor Pemerintahan Desa Banjararum yaitu Monografi Desa Banjararum. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa biaya dalam usaha tani tanaman pertanian dibedakan menjadi dua, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya Tetap yaitu biaya pengadaan peralatan, biaya variabel (bahan dan material) seperti benih, pupuk, pestisida/obat sebesar Rp 1.784.700/ha/tahun dan biaya yang menyertakan tenaga kerja yaitu sebesar Rp 3.500.200/ha/tahun. Pendapatan yang diperoleh dari usaha tani yaitu sebesar Rp 8.804.100/ha/tahun yang diperoleh dari jenis padi, jagung , kacang tanah, singkong , cabai dan terong. Tingkat keuntungan yang di peroleh yaitu sebesar Rp 7.019.400/ha/tahun dan Rp 5.303.900/ha/tahun.

Banjararum village is one of the villages in sub-district Kalibawang, majority of the population is farmers of the community forest. Community forest in Banjararum Village mostly planted with agroforestry pattern. Agroforestri pattern is a combination of plant-based agricultural crops with forestry plant. Agricultural crops are cultivated in the community forest to raise revenue, and is a short term results that may be obtained from the farmers private forest owned. This research aims to quantify the huge cost, revenue and profitability of agricultural crops that farmers obtained the forest folk from the farm business activities. Research conducted in the village of Banjararum, sub-district of Kalibawang, District Kulon progo in September 2017 until June 2018. This study used a survey method. The respondents in this study amounted to 33 people in the village of Banjararum. The data used in this research is differentiated into a primary data obtained from interviews and secondary data obtained Banjararum Village government offices is Monograph Village Banjararum. The results of the analysis data shows that the cost in agriculture farmer differentiated into two, namely fixed cost and variable cost. Fixed costs is cost of tools, variable costs (raw material) such as seed, fertilizer, pesticides/drugs amounted to Rp 1.784.700/ha/year and costs that include labor is Rp 3.500.200/ha/year. Income earned from farmer is Rp 8.804.100/ha/year is obtained from different types of rice, corns, cassava, peanuts, chilis and eggplants. The level of profits obtained in variable costs (raw material) is Rp 7.019.400/ha/year and in variable costs (raw material and labors) is Rp 5.303.900/ha/year.

Kata Kunci : Pola agroforestry, Biaya , pendapatan , usaha tani

  1. D3-2018-386341-abstract.pdf  
  2. D3-2018-386341-bibliography.pdf  
  3. D3-2018-386341-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2018-386341-title.pdf