Laporkan Masalah

DAYA DUKUNG OBYEK DAYA TARIK WISATA ALAM PENDAKIAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI

MUKHLIS SAI PUTRA, Ir. Retno Nur Utami, M.P.

2018 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Pariwisata alam di dalam kawasan konservasi memberikan banyak manfaat, namun juga dapat menimbulkan tekanan bagi kawasan. Dibutuhkan pengelolaan yang sesuai pada prinsip pariwisata alam yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan kemampuan kawasan. Wisata alam pendakian di Taman Nasional Gunung Merapi mengalami peningkatan kunjungan signifikan pada waktu tertentu, sehingga perlu dilakukan pengukuran daya dukung untuk mengoptimalkan manfaat yang didapatkan, tanpa mengabaikan resiko tekanan yang dapat ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi daya dukung di jalur pendakian, sebagai pertimbangan dalam menentukan strategi pengelolaan pariwisata alam yang berkelanjutan. Penelitian dilakukan pada bulan September 2017-Januari 2018. Sampel wisatawan diambil dengan teknik random. Luas jalur pendakian dan lokasi berkemah diukur langsung dan diolah menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Penentuan daya dukung dilakukan berdasarkan metode Cifuentes (1992), terdiri dari daya dukung fisik dengan mempertimbangkan jarak kenyamanan antar wisatawan di jalur pendakian, daya dukung riil dengan mempertimbangkan faktor koreksi sosial, faktor koreksi curah hujan, faktor koreksi kecepatan angin, dan faktor koreksi kelerengan, serta daya dukung efektif dengan mempertimbangkan kapasitas pengelolaan berupa ketersediaan pemandu/pendamping wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya dukungatan obyek daya tarik wisata alam pendakian di Taman Nasional Gunung Merapi dapat dinyatakan dengan daya dukung fisik (PCC) sebesar 2.217 kunjungan per hari atau setara dengan 1.756 pengunjung per hari, dan daya dukung riil (RCC) sebesar 386 kunjungan per hari atau setara dengan 306 pengunjung per hari, serta daya dukung efektif (ECC) sebesar 37 kunjungan per hari atau setara dengan 30 pengunjung per hari. Nilai ECC sudah terlampaui jika dibandingkan dengan rata-rata pengunjung harian sebesar 121 pengunjung per hari, sedangkan RCC dan PCC belum terlampaui.

Natural tourism in protected areas provide many benefits, but also can cause pressure on the area. It takes appropriate management on the principles of sustainable natural tourism by considering the abilities of the area. Natural tourism of hiking in Gunung Merapi National Park has a significant increase on visitation at certain times, so necessary to measure the carrying capacity of this area to optimize the benefits obtained without neglecting the risk of pressure that can be occured. This research purpose to provide information about carrying capacity of hiking trail, as consideration in management strategies of sustainable natural tourism. This research was conducted in September 2017-Januari 2018. The tourist samples taken using random technique. Hiking trail and camping areas are measured directly and processed using geographic information system (GIS). Determination of carrying capacity based on Cifuentes Methode (1992), consist of physical carrying capacity by consider the comfort distance between tourists on hiking trail, real carrying capacity by consider social correction factor, rainfall correction factor, wind velocity correction factor, and slope correction factor, also effective carrying capacity by consider management capacity in the form of guides/travel companion availability. The result showed that carrying capacity of natural tourism hiking object ini Gunung Merapi National Park can be expressed by physical carrying capacity (PCC) of 2.217 visits per day, equivalent to 1.756 visitors per day, and real carrying capacity (RCC) of 386 visits per day, equivalent to 306 visitors per day, also effective carrying capacity (ECC) of 37 visits per day, equivalent to 30 visitors per day. ECC value is exceeded with the average of daily visitors by 121 visitors per day, while the RCC and PCC value has not been exceeded.

Kata Kunci : daya dukung, Gunung Merapi, jalur pendakian, wisata alam;carrying capacity, mount merapi, hiking trail, natural tourism

  1. S1-2018-313697-Abstract.pdf  
  2. S1-2018-313697-Bibliography.pdf  
  3. S1-2018-313697-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-313697-Title.pdf