Laporkan Masalah

Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi Di Kota Sabang Studi Kasus Pada Pengelolaan Bangunan Pertahanan Kolonial Di Kota Sabang

DWI FAJARIYATNO, Dr. Djoko Dwiyanto, M.Hum

2018 | Tesis | MAGISTER ARKEOLOGI

Kota Sabang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang penting bagi sejarah bangsa. Sabang mempunyai banyak potensi warisan budaya yang dapat dijadikan aset bangsa. Warisan budaya di Kota Sabang dari masa kolonial Jepang berupa bangunan pertahanan sangat banyak dan berpotensi menjadi salah satu daya tarik Kota Sabang. Bangunan pertahanan kolonial yang tersebar di Kota Sabang menjadikan Sabang dikenal luas dengan julukan Pulau Seribu Benteng. Pengelolaan bangunan-bangunan pertahanan kolonial yang ada di Kota Sabang melibatkan banyak stakeholders yang mempunyai berbagai kepentingan. Sabang merupakan salah satu wilayah yang mempunyai panorama alam sangat indah sehingga potensial dikembangkan menjadi destinasi wisata nasional dan internasional. Pengelolaan wisata di Kota Sabang saat ini sangat intens terutama wisata alam dan bahari. Keberadaan warisan budaya kolonial belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan pariwisata Sabang. Untuk itu diperlukan kerjasama antar lembaga dan instansi terkait agar potensi warisan budaya juga menjadi bagian yang tak terpisahkan bagi kemajuan pariwisata di Kota Sabang. Tulisan ini bertujuan untuk memahami ragam kepentingan stakeholders di Kota Sabang. Melalui kajian stakeholders, sejarah pengelolaan, dan nilai penting. Penelitian ini berhasil merumuskan sebuah strategi pengelolaan yang akomodatif terhadap beragam kepentingan yang ada. Perumusan strategi tersebut didukung oleh riset aksipartisipatoris yang memungkinkan peneliti bekerja bersama dengan stakeholders untuk memecahkan persoaalan pengelolaan warisan budaya yang ada di Kota Sabang. Strategi pengelolaan yang dihasilkan mengacu pada Undang-undang Cagar Budaya No 11 Tahun 2010. Dari hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan pengelolaan warisan budaya yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Sabang City is one of the areas in Indonesia that is important for the history of the nation. Sabang has many potential cultural heritages that can be used as assets of the nation. Cultural heritage in the city of Sabang from the Japanese colonial period of defense buildings very much and potentially become one of the attractions of Sabang City. Colonial defense buildings scattered in Sabang City makes Sabang known widely with the nickname Pulau Seribu Benteng. The management of colonial defense buildings in Kota Sabang involves many stakeholders who have various interests. Sabang is one area that has a beautiful natural scenery so that potential developed into a national and international tourist destinations. Management of tourism in Sabang City is currently very intense, especially natural and marine tourism. The existence of colonial cultural heritage has not contributed significantly to the progress of Sabang tourism. For that required cooperation between institutions and related agencies for the potential of cultural heritage also become an integral part for the progress of tourism in the city of Sabang. This paper aims to understand the various interests of stakeholders in Sabang City. Through stakeholder reviews, history of management, and importance. The research succeeded in formulating an accommodative management strategy for various interests. The formulation of the strategy is supported by the research aksipartisipis that allows researchers working together with stakeholders to solve the problem of cultural heritage management in Sabang City. The resulting management strategy refers to Cultural Heritage Act No. 11 of 2010. From the results of this study is expected to be a reference in the planning of cultural heritage oriented to the welfare of the community that involves various stakeholders.

Kata Kunci : Kata kunci: Nilai Penting, Stakeholder, Pengelolaan Warisan Budaya/Keywords: Important Value, Stakeholder, Cultural Heritage Management

  1. S2-2018-404272-abstract.pdf  
  2. S2-2018-404272-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404272-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404272-title.pdf