THE DIFFERENCE IN PROTECTION OF NANOMEDICINE PATENTS BETWEEN EUROPEAN UNION AND INDONESIA
CYNTHIA TANIA, Prof. M. Hawin, S.H., LL.M., Ph.D.
2018 | Skripsi | S1 HUKUMMengingat masih banyaknya kemungkinan untuk penemuan benda terkait nanomedika, maka skripsi ini dibuat untuk memberikan beberapa kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan perlindungan nanomedika dengan menggunakan paten. Skripsi ini merupakan skripsi yang bersifat normatif-komparatif, dibuat melalui pengumpulan data yang tersedia di perpustakaan yang dapat disambangi oleh penulis. Dari data tersebut kemudian dilakukan studi dokumen dan dianalisa dengan menggunakan metoda kualitatif-komparatif Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum Indonesia dan Uni Eropa telah menyediakan dasar proteksi paten yang cukup untuk melindungi invensi nanomedika, dan Indonesia sebaiknya mempertimbangkan untuk memberi deskripsi dari invensi bioteknologi yang tidak dapat dipatenkan, memperluas daerah perlindungan hukum patennya dan meningkatkan kemudahan dalam mematenkan sebuah objek bagi petugas paten, calon pendaftar paten dan orang orang pada umumnya.
Through nanomedicine, expert are capable to solve unsolved problem in medical field by using nanobiotechnology. As many kind of nanomedicine is still in development, this legal research is aimed to give several suggestion and recommendation which related with patent and nanomedicine in Indonesia This legal research is a normative-comparative legal research, conducted through any library accessible to the author and the research then further conducted by documentary study approach and analyzed through comparative qualitative method. Resulting in a comparative data. From the research, the author found that generally Indonesia and European Union patents law has provide necessary groundwork for the protection of nanomedicine and in order to improve Indonesia patents law, Indonesia should consider to extend the description of the non-patentable biotechnological invention, extend the enforceability of its patents law and improving the ease of patenting an object for both the patent officer, patent applicant, and people.
Kata Kunci : nanomedicine, patents law, Indonesia patents law, European Union patents law, nanomedika, hukum paten, hukum paten Indonesia, hukum paten Uni Eropa