Laporkan Masalah

THE EVALUATION OF BALANCED SCORECARD IMPLEMENTATION AS A PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM (Case on Indosat Ooredoo Yogyakarta)

HASNA RAIHANAH, Sumiyana, Dr., M.Si., Ak., CA.,

2018 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi sebuah perusahaan. Pengukuran tersebut digunakan untuk menilai seberapa berhasil management tersebut dalam mencapai tujuannya. Selama ini, perusahaan hanya melakukan pengukuran secara tradisional, yaitu hanya mengacu pada finansial. Jika manager bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi, maka bonus yang diterima juga akan tinggi. Namun, jika perusahaan menilai kinerja hanya menggunakan metode tradisional ini, akan berdampak tidak baik. Dampaknya adalah manager akan mengorbankan kepentingan jangka panjang perusahaan demi hasil yang akan diperoleh di jangka pendek. Oleh karena itu, Robert Kaplan dan David Norton membuat suatu sistem baru untuk pengukuran kinerja yang akan menyeimbangkan antara aspek finansial dan non-finansial, yang dinamakan Balanced Scorecard. Balanced Scorecard mengukur 4 perspektif yang saling berhubungan satu sama lain dan akan membantu manager dalam mencapai tujuan. Penelitian ini meneliti tentang evaluasi dari penerapan Balanced Scorecard yang sudah diterapkan sejak tahun 2012 di Indosat Ooredoo khususnya di cabang Yogyakarta yang bernama IPM dan IDP. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Balanced Scorecard yang diterapkan belum bisa disebut sebagai strategic management system, karena minimnya pengetahuan tentang Balanced Scorecard dan sistem pengukuran mereka sendiri. Namun, IPM dan IDP sudah bisa dikatakan untuk menjadi suatu sistem pengukuran kinerja yang baik.

Performance measurement is one of the most important factors for a company. The measurement is used to assess how successful the management is in achieving its objectives. During this time, the company only use traditional measurement, which is only referring to financial aspect. If the manager can get a high profit, then the bonus received will also be high. However, if companies assess performance using only this traditional method, it will have an adverse effect. The impact is that managers will sacrifice the long-term interests of the company for the results to be gained in the short term. Therefore, Robert Kaplan and David Norton created a new system for performance measurement that will balance between financial and non-financial aspects, called the Balanced Scorecard. Balanced Scorecard measures 4 perspectives that are interconnected with each other and will assist the manager in achieving goals. This study examines the evaluation of Balanced Scorecard implementation that has been implemented since 2012 in Indosat Ooredoo especially in Yogyakarta branch named IPM and IDP. The results conclude that the Balanced Scorecard applied can not be called as a strategic management system, due to the lack of knowledge about Balanced Scorecard and their own measurement system. However, IPM and IDP can already be said to be a good performance measurement system.

Kata Kunci : The Balanced Scorecard, performance measurement, accounting, key performance indicator

  1. S1-2018-365463-abstract.pdf  
  2. S1-2018-365463-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-365463-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-365463-title.pdf