Laporkan Masalah

LITERASI LABELANALGESIK DENGAN KONSEP GEMA CERMAT DI PUSKESMAS KABUPATEN SLEMAN

ISNI WULANDARI, Dr. Susi Ari Kristina, M.Kes.,Apt.; Niken Nur Widyakusuma, M.Sc.,Apt.

2018 | Skripsi | S1 FARMASI

Pengetahuan yang rendah mengenai label obat merupakan isu kesehatan yang berhubungan dengan keterbatasan literasi kesehatan dan sosioekonomi sehingga beresiko tinggi terjadi kesalahan dalam memahami informasi label obat. Tujuan penelitian untuk mengetahui kemampuan pasien dalam membaca label obat analgesik dengan konsep GeMa CerMat dan menentukan faktor yang berhubungan dengan kemampuan pasien dalam membaca label obat analgesik. Konsep GeMa CerMat terdiri dari komposisi, indikasi, dosis, cara pakai, efek samping, kontra indikasi, dan tanggal kadaluarsa. Penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Wawancara dilakukan pada 107 responden di puskesmas Kabupaten Sleman pada bulan Oktober-Desember 2017 dengan teknik convenience sampling. REALM Modification dan instrumen GeMa CerMat divalidasi melalui content validity dan face validity. Uji reliabilitas Kappa dilakukan untuk menjamin ketepatan data. Analisis deskriptif dilakukan untuk menggambarkan literasi label analgesik dan Chi-square dilakukan untuk menganalisis hubungan antara literasi label analgesik dengan sosiodemografi, karakteristik penyakit dan literasi kesehatan. SPSS versi 20 digunakan untuk analisis data. Sejumlah 36.4% responden dikategorikan literasi label analgesik dengan kemampuan membaca rendah. Hasil penelitian (p<0,05) menunjukkan bahwa umur, tingkat pendidikan, jarak rumah ke apotek, dan literasi kesehatan berhubungan dengan literasi label analgesik. Literasi label obat yang rendah merupakan tantangan apoteker untuk mengedukasi pasien dalam membaca label obat secara tepat.

Poor patient knowledge of drug labels is a health disparities issue because patients with limited health literacy and those who are socioeconomically disadvantaged have been shown to be at greatest risk for poor comprehension of written medication information and associated negative medication-related outcomes. The aim of this study was to examine abilities of patient to read analgesic medication label using GeMa CerMat concept and to determine the factor relating abilities of patient to read analgesic labeling literacy. Types of information on the GeMa CerMat concept that they read includes active compound, indication, dosage, frequency, side effects, contra indication, and expiry date. Descriptive and quantitative method was used in this study. A total of 107 participants at 4 primary health care (Tempel I, Berbah, Sleman, Ngaglik I) in Sleman Regency were interviewed in October-December 2017 using convenience sampling technique. Content validity and face validity were used to validated the REALM Modification and GeMa CerMat instrument. The Kappa reliability test was used to ensure data accuracy. Descriptive analysis were used to describe the analgesic labeling literacy and Chi square were used to analyze association between analgesic labeling literacy and sociodemography characteristics, characteristics of disease, and health literacy. The data was analyzed using SPSS version 20. There were 36,4% participants who categorized into low analgesic labeling literacy. Age, education, distance between home and pharmacy, and health literacy were associated with analgesic labeling literacy. Role of pharmacist need to be develop to serve the patient focused on theirs ability to read analgesic label.

Kata Kunci : Literasi label, Analgesik, GeMa CerMat, Literasi Kesehatan, Sleman/ Label literacy, Analgesic, GeMa CerMat, Health Literacy, Sleman

  1. S1-2018-362823-abstract.pdf  
  2. S1-2018-362823-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-362823-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-362823-title.pdf