Laporkan Masalah

Respon Masyarakat Penghasil Tembakau Terhadap Rancangan Undang-Undang Pertembakauan (Studi di Desa Wonosari, Temanggung, Jawa Tengah)

MUHAMMAD DETIK J D, Dr. Haryanto, M.A.

2018 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Penelitian ini merupakan studi yang membahas tentang respon masyarakat terhadap suatu kebijakan yang dibuat pemerintah. Dalam melihat respon tersebut perlu diteliti apakah kebijakan tersebut berpihak pada kepentingan masyarakat atau tidak. Penelitian ini berfokus pada pokok bahasan yakni respon masyarakat penghasil tembakau di Desa Wonosari, Temanggung Jawa Tengah terhadap Rancangan Undang-Undang Pertembakauan (RUUP). Masyarakat penghasil tembakau merupakan salah satu garda pertama dan utama dalam produksi komoditas tembakau nasional. Didalamnya terdapat petani, buruh tani, serta pelaku usaha yang bersinergi layaknya mata rantai dalam produksi tembakau di Indonesia. Dalam mewujudkan kesinambungan diantara para pihak, pemerintah sebagai regulator perlu membuat kebijakan yang dapat melindungi kepentingan tersebut. RUUP adalah salah produk kebijakan yang dicanangkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan saat ini masih bercokol sebagai RUU karena dianggap sebagai RUU yang syarat akan kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat respon riil yang diberikan oleh masyarakat penghasil tembakau terhadap substansi RUUP tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualiatif. Metode ini menekankan pada penjabaran secara mendalam dengan mengedepankan tulisan, data, deskripsi bukan angka ataupun nominal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan empiris. Adapun jenis penelitian deskriptif adalah jenis penelitian yang menggambarkan suatu gejala dengan pendekatan empiris yakni pendekatan secara langsung melalui fakta yang terjadi di lapangan. Penelitian bertempat di Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Untuk mempermudah dalam memproses data-data yang ada, penulis menggunakan beberapa konsep diantaranya, kebijakaan publik; respon masyarakat; respon masyarakat terhadap kebijakan publik. Konsep tersebut memudahkan penulis dalam menjawab rumusan masalah dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan temuan penulis, secara formil tidak ditemukan adanya kecacatan dalam proses menuju terbentuknya RUUP ini. Secara materiil, respon dari masyarakat penghasil tembakau terhadap RUUP ini beragam. Petani dan buruh tani sangat menyetujui adanya RUUP ini karena pokok substansi yang diatur berpihak pada petani dan buruh tani sebagaimana sesuai dengan nafas dibentukan RUUP. Begitu pula dengan pelaku usaha kecil dan menengah yang dalam posisi netral karena RUUP dianggap tidak terlalu berpengaruh pada kegiatan produksi mereka sehari-hari. Namun berbeda dengan pelaku usaha besar seperti industri atau perusahaan penghasil rokok yang sangat kontra terutama pada ketentuan Pasal 33 tentang pembatasan impor. Bahkan pelaku usaha besar cenderung melakukan kecurangan dengan membuat perwakilan petani tembakau fiktif untuk melancarkan kepentingannya.

This research is a study that discusses the public response to a policy made by the government. In view of the response, it is necessary to examine whether the policy is in favor of the public interest or not. This study focuses on the subject of the response of tobacco-producing communities in Wonosari Village, Temanggung Central Java to the Tobbacco Bill (RUUP). Tobacco-producing communities are one of the first and foremost gangs in the production of national tobacco commodities. In it there are farmers, farm workers, and business actors synergistic like the chain in tobacco production in Indonesia. In realizing the continuity between the parties, the government as a regulator needs a policy that can protect those interests. The Tobbacco Bill is one of the policy products proclaimed by the House of Representatives (DPR) of the Republic of Indonesia and is still entrenched as a bill because it is considered as a bill full of interest. This study aims to see the real response given by the tobacco-producing community to the substance of the RUUP. The method used in this research is quantitative research method. This method emphasizes the in depth description by putting forward writing, data, description not numbers or nominal. This research uses descriptive research type with empirical approach. The type of descriptive research is a type of research that describes a symptom with an empirical approach that is a direct approach through facts that occur in the field. The research is located in Wonosari Village, Bulu District, Temanggung Regency, Central Java. To facilitate the processing of existing data, the author uses several concepts such as, public policy; community response; public response to public policy. The concept facilitates the author in answering the formulation of the problem in research. Based on research results, formally there is no defect in the process leading to the formation of this RUUP. Materially, a varied response emerged from the tobacco-producing community against the RUUP. Farmers and farm workers strongly approve the existence of this RUUP because the main substance arranged in their favor is in accordance with the breath of the formation of RUUP. Similarly, small and medium business actors are in a neutral position because the RUUP is considered not too influential on their daily production activities. However, it is different with big business actors such as industry or cigarette producers which is very counter, especially in the provisions of Article 33 concerning import restrictions. Big business actors tend to cheat by making fictitious tobacco farmers representatives to smooth their interests.

Kata Kunci : Rancangan Undang-Undang Pertembakauan, Tembakau, Respon Penghasil Tembakau.

  1. S1-2018-369694-abstract.pdf  
  2. S1-2018-369694-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369694-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369694-title.pdf