Laporkan Masalah

PREVALENSI INFEKSI Stephanofilaria sp. PADA SAPI PERSILANGAN DI KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Lilik Dwi Nuryani, Prof. Dr. Ir. Endang Baliarti, SU

2009 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi infeksi Stephanofilaria sp. yang menyebabkan penyakit kaskado pada sapi silangan dibandingkan dengan sapi lokal (PO) pada tingkat peternak di Kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sampel 101 peternak di daerah Sleman dengan kepemilikan sapi lokal 128 ekor dan sapi silangan 140 ekor. Pemeriksaan dilakukan dengan melihat ada tidaknya tanda-tanda klinis penyakit kaskado pada bagian-bagian tubuh yang biasa terserang, yaitu sekitar mata, bagian atas leher, daerah punuk, bahu, gelambir dan lutut. Pemeriksaan meliputi pengukuran luas area luka pada kulit yang terserang, dan pengukuran pH luka. Selain pemeriksaan tanda-tanda klinis, dilakukan wawancara terhadap peternak terkait dengan manajemen pemeliharaan, terutama dalam hal sanitasi ternak, Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Pearson's Chi-square untuk membandingkan prevalensi sapi silangan dan PO. Penelitian didapat nilai prevalensi infeksi sapi silangan 42,86% dan nilai prevalensi sapi lokal 8,59%, dengan nilai uji statistik signifikan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa prevalensi infeksi Stephanofilaria sp. pada sapi silangan lebih tinggi dari pada sapi lokal, serta nilai prevalensi infeksi Stephanofilaria sp. dipengaruhi oleh perbedaan bangsa. Kata Kunci : Sapi Lokal, Sapi Persilangan, Kaskado, Manajemen Pemeliharaan.

The purpose of this research is to investigate prevalence infection of Stephanofilaria sp. which caused kaskado disease on crossing breed cattle compare to the local breed cattle (PO) in the farmer level at Sleman regency. The research involved 101 farmers of Sleman regency. The sample included 128 of local breed cattle and 140 of crossed breed. The examination was done by observed the exsistence clinic symptom of kaskado disease in the part of the cattle body which usually infected. They were area around the eye’s, top of neck, hump, shoulder, jowls and knees. The examination included measurement of wide area and PH values of the infected skin. Besides the clinical symptom measurement, there was also interview activity measurement of the farmer correlated to the maintenance management, especially on the cattle sanitation. The analysis was done by Pearson's Chi-square test to compare prevalention of crossed breed cattle and the local breed one. According to the experiment the prevalention of infection were 42,86% for crossed breeding cattle and 8,59% for the local breeding, with the statistic test was significant. Based on result we can conclude that the prevalence infection of Stephanofilaria sp. in crossed breeding cattle higher than the local one, and prevalence infection of Stephanofilaria sp. influence of difference breed. Key Words: Local Breeding Cattle, Cross Breeding Cattle, Kaskado, Maintenance Management.

Kata Kunci : Sapi Lokal, Sapi Persilangan, Kaskado, Manajemen Pemeliharaan

  1. S1-FPT-2012_Irma_Fitri_Astuti_-_table_of_content.pdf  
  2. S1-FPT-2012_Irma_Fitri_Astuti_-_title.pdf  
  3. S1-FPT-2012_Irma_Fitri_Astuti_-_title_-_abstract.pdf  
  4. S1-FPT-2012_Irma_Fitri_Astuti_-_title_-_bibliography.pdf