Laporkan Masalah

BUDAYA ORGANISASI DAN IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN MUTU DI RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT TAHUN 2010

Zulkarnain, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc, MPH, PhD; dr. Hanevi Djasri, MARS

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Rumah Sakit Umum Provinsi NTB merupakan rumah sakit rujukan di wilayah Provinsi NTB. Sebagai sebuah organisasi tidak akan bebas dari perubahan lingkungan. Kondisi ini membuat pihak manajerial harus mempunyai keterampilan dalam melihat, menganalisis, dan memprediksi tentang arah perubahan yang terjadi. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran seperti identifikasi budaya organisasi, dan implementasi sistem manajemen mutu yang pada akhirnya harapan pelanggan akan terpenuhi yang merupakan salah satu prinsif dalam perbaikan kualitas. Tujuan: Untuk mengidentifikasi budaya organisasi dan sistem manajemen mutu, serta mengukur hubungan persepsi budaya organisasi dengan persepsi implementasi sistem manajemen mutu di RSU PNTB. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross-sectional survey. Besar sampel yaitu total populasi. Penelitian ini menggunakan 67 sampel, dari kelompok manajemen, kelompok ketua SMF, kelompok kepala ruangan, dan kelompok kepala instalasi. Kuesioner yang digunakan mengacu pada instrument budaya organisasi dari Cameron & Quinn (1999) dan implementasi sistem manajemen mutu dari Shortell et al.(1995). Hasil: Budaya organisasi yang dominan di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB adalah budaya klan. Jenis budaya klan sangat dominan dibanding budaya lainnya kecuali pada kelompok manajemen selain jenis budaya klan juga budaya hirarki. Implementasi sistem manajemen mutu secara umum masih rendah dari yang diharapkan (71,5%). Seluruh responden memberikan pernyataan setuju pada dimensi kepemimpinan, informasi dan analisis, kualitas perencanaan strategis, pemanfaatan SDM, manajemen kualitas, dan mutu hasil. Namun pada dimensi kepuasan pelanggan memberikan pernyataan ragu-ragu. Dari analisis korelasi terdapat hubungan bermakna pada jenis budaya klan dengan implementasi sistem manajemen mutu dengan tingkat hubungan yang lemah dan arah hubungannya negatif ((p=0,04; r=-0,26). Kesimpulan: Upaya yang dapat dilakukan adalah evaluasi kinerja aparatur, pemberdayaan individu, koordinasi antar unit/profesi di rumah sakit sehingga tercipta suatu keadaan yang serasi dalam pelayanan dan administrasi.dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan.

Background : West Nusa Tenggara Provincial Hospital is a refferal hospital in West Nusa Tenggara Province. As hospital is not free from environmental changes. Hospital managers must have skills to observe, analyse, and predict changes. There are many effort to make measures such identification organizational cultures, and identification quality improvement implementation for finally costumer satisfaction is a one principle by quality improvement. Objective: The study aimed to measure association between organizational cultures and quality improvement implementation at West Nusa Tenggara Provincial Hospital Methods: This was an observational study with cross-sectional survey design. Sample were taken with total sampling. The study use 67 sample. All of the sample were subsequently grouped into four in West Nusa Tenggara Provincial Hospital such as management groups, medic groups, nurse groups, and instalation groups. Questionnaires were used as measuring instruments were adopted from organizational culture from Cameron & Quinn (1999) and implementation quality improvement from Shortell et al. (1995). Results: Dominan organizational culture was clan in West Nusa Tenggara Provincial Hospital. Clan type very dominan beside the other culture except for management group had clan culture and hierarchical culture too. Implementation quality improvement overall more lower than expectation (71,5%). For all perception on the implementation quality improvement gave aggrement on leadership dimentions, information and analysis, strategic quality planning, human resource utilization, quality management, and quality results. But on customer satisfaction gave neither dissagree nor agree state. There are significans corelations between clan with implementation quality improvement. But rellationships is weak and negative directions (r=-0,26; p=0,05). Conclusion: There are many effort must to do likes evaluation performance appraisal, human resources development, coordination of working between groups, profesionallity in the hospital so make fitness of services and administrations in hospital.

Kata Kunci : budaya organisasi, quality improvement, rumah sakit umum


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.