KARAKTERISTIK HOUSING CAREER PERUMAHAN INFORMAL DI KAMPUNG CODE GONDOLAYU DAN REFLEKSI TIGA DEKADE SETELAH PENATAAN OLEH ROMO MANGUNWIJAYA
FILDZAH HUSNA AMALINA, Prof. Ir. Bakti Setiawan, MA, Ph.D.
2018 | Skripsi | S1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTASektor perumahan, baik formal maupun informal, hingga kini masih menjadi salah satu permasalahan kota paling serius, yang membutuhkan solusi dan kebijakan menyeluruh serta terintegrasi dengan sektor-sektor lain di perkotaan. Namun realitasnya, perumusan kebijakan dan riset mengenai mekanisme kebutuhan-ketersediaan rumah bersifat sangat deterministik, yang membuat terbatasinya implementasi, terutama di sektor informal yang lebih dinamis. Padahal, rumah sebagai sebuah proses adalah manifestasi sosial-budaya masyarakat yang terus berubah, serta bersifat sangat spesifik-personal. Housing career, yang merupakan sebuah konsep mengenai karir/proses berubahnya karakter merumah setiap individu, menjadi salah satu pendekatan alternatif untuk memotret isu ini dengan lebih kontekstual dan tepat. Housing career merekam perubahan variabel-variabel yang membentuk karakter merumah, baik variabel terukur seperti lokasi, luas, dan bentuk kepemilikan, mapun variabel tak terukur seperti kualitas hunian dan neighborhood, yang mempertimbangkan kejadian-kejadian dalam hidup tiap individu, perubahan anggota keluarga, dan kondisi ekonomi. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif, penelitian ini mengungkapkan fenomena umum adanya kecenderungan stagnansi dalam karakter housing career yang terbentuk spesifik di Kampung Code Gondolayu, yang menjadi salah satu contoh kasus menarik karena pernah menjadi subjek penataan oleh tokoh nasional sekaligus pemuka agama Romo Mangunwijaya di tahun 1983-1986 ketika menghadapi ancaman penggusuran paksa, yang banyak mendapatkan sorotan dan penghargaan publik di masanya. Kecenderungan stagnansi ini menjadi poin pembelajaran mengenai sejauh mana pengaruh penataan dengan prinsip dan konsep tertentu yang dilakukan oleh Romo Manguwijaya terhadap karakter housing career yang juga sangat dipengaruhi oleh iklim kebijakan (ekonomi-politik) perumahan di perkotaan, untuk kemudian merumuskan ulang kebijakan-kebijakan yang tepat sasaran yang pada akhirnya memperbaiki kualitas hidup warga kota.
Housing, both in formal and informal sector, is nevertheless one of the most significant problem in cities, that necessarily need to be solved by multisectoral comprehensive and integrated urban policies. Despite all that, there are constraints in implementing housing policies, as in its forming process and background researches tend to be deterministic, rather than dinamically contexual. Regardless of how, housing as process manifests constant-change in sociocultural aspect of people living in cities, and essentially, a personal and specific idea to every individual. Housing career, seen as one concept of how individual housing-related decision continously changing, occur to be an alternative approach to illustrate this issue precisely and emphasizing distinctive behavior. Housing career measures the changing process with both quantitative variables; such as the location, size, and ownership of the dwellings, and qualitative variables; such as the quality of the house and the neighborhood, by considering the factor of life events, change in family member, or economic circumstances. Descriptive-qualitative method is used in this research to conduct the finding through one particular case, where there is a tendency of stagnation found in the housing career of Kampung Code Gondolayu; a case of historic kampung re-planned by one notable figure Father Mangunwijaya in 1983-1986 period as it was facing threat of repressive eviction, which then gained broad attention and public appreciation. Appropriately, the stagnation in its housing career need to be seen as indication of larger problems, that in spite of the impact of principles guided by Father Mangunwijaya in the planning to housing career formed, there are certain policy-atmosphere factors that economically and politically dominate the process of changing career. In the end, there is an urgent need to rethink existing housing policies to be more fair and proper, addressing the purpose of improving life quality in cities.
Kata Kunci : housing career, perbaikan permukiman kumuh, kampung kota, Romo Mangunwijaya