Laporkan Masalah

METAFORA TENTANG PEREMPUAN DALAM UNGKAPAN TRADISIONAL SUMBAWA

ELYA FEBRIANI, Dr. Hendrokumoro, M. Hum

2018 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

INTISARI Penelitian ini membahas mengenai metafora tentang perempuan dalam ungkapan tradisional Sumbawa. Tujuan dalam penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk metafora tentang perempuan dalam ungkapan tradisional Sumbawa, mendeskripsikan ranah target dan ranah sumber metafora tentang perempuan dalam ungkapan tradisional Sumbawa, menjelaskan cara pandang masyarakat yang tercermin pada metafora tentang perempuan dalam ungkapan tradisional Sumbawa, dan menjelaskan fungsi metafora tentang perempuan dalam ungkapan tradisional Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan berupa Lawas, Ama Samawa, lagu tradisional Sumbawa serta informasi lain dalam bahasa Sumbawa yang mengandung ungkapan metaforis terkait perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak sehingga terkumpul 76 variasi data metafora. Selanjutnya, data dianalisis untuk mengklasifikasikan metafora berdasarkan bentuk, ranah target dan ranah sumber, cara pandang masyarakat Sumbawa, serta fungsi metafora. Kerangka teori yang dijadikan landasan berpikir adalah metafora linguistik Odgen dan Richard, fitur semantik, fungsi metafora, konteks dan budaya. Hasil analisis dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut. Pertama, bentuk metafora ada satu yaitu berdasarkan sintaksis berupa metafora metafora kalimat (sentensial), dan berdasarkan sumber data berupa metafora Lawas yang diklasifikasikan lagi menjadi 8 jenis metafora berdasarkan posisi kemunculan metaforanya, Ama Samawa, lagu tadisional Sumbawa serta informasi lain. Kedua, ranah target yang dikonseptualisasikan ke dalam 13 bentuk yaitu 1) perasaan, 2) sifat perempuan, 3) bagian tubuh perempuan, 4) bagian wajah perempuan, 5) kecantikan perempuan, 6) peran perempuan, 7) waktu perempuan menikah, 8) relasi antara laki-laki dan perempuan, 9) tingkah laku dan pembawaan diri perempuan, 10) status perempuan, 11) aturan hidup perempuan, 12) perempuan sebagai mahluk berharga, dan 13) kekuatan perempuan. Adapun ranah sumber yang dijadikan sebagai acuan pembentukan metafora tentang perempuan ditemukan sebanyak 11 jenis yaitu ranah sumber 1) tumbuhan, 2) binatang, 3) benda mati, 4) energi, 5) kosmos, 6) sesuatu yang dikonsumsi, 7) permukaan bumi, 8) manusia, 9) alat, kain dan perhiasan, 10) hal mistik, dan 11) tempat. Ketiga, cara pandang masyarakat yang tercemin dalam metafora terdiri dari 1) perempuan sebagai mahluk yang beharga, 2) aturan hidup perempuan, 3) perempuan bergantung pada laki-laki, 4) perempuan sebagai sumber kehidupan dan ketenangan, 5) kecantikan perempuan, 6) keburukan perempuan, 7) tekad perempuan, dan 8) perempuan bangsawan. Keempat, fungsi metafora dalam penelitian ini ditemukan sebanyak 11 fungsi metafora yaitu metafora untuk menasihati, memuji, menyindir, merayu, bentuk penyesalan, wujud kesyukuran, ungkapan pengharapan, penyederhanaan, wujud kebahagiaan, bentuk kepasrahan, dan ungkapan mengejek. Kata kunci: Metafora, Perempuan, Lawas, Ama Samawa, Sumbawa

ABSTRACT This research discussed metaphors of women in traditional Sumbawa expression. This research aims to describe forms, targets, and source domains of metaphors describing women in Sumbawa traditional expression and explain the functions and how society’s point of view is reflected in the metaphors. This was descriptive qualitative research. The data were traditional songs from Sumbawa entitled Lawas and Ama Samawa and other information written in the Sumbawa language containing metaphorical expressions related to women. There were 76 metaphor data collected by using the observational method. The data were analyzed in order to classify the metaphors based on the form, target and source domains, Sumbawa society’s point of view, as well as the function of metaphors. Theoretical frameworks applied in this research were linguistic metaphor by Odgen and Richard, semantic feature, and metaphoric, contextual, and cultural functions. The findings were presented as follows: first, there was one form of metaphor based on syntax that was the sentential metaphor; while based on data sources, there was the metaphor of Lawas that was then classified into eight types of metaphor based on the position of metaphor appearance, Ama Samawa, a traditional song from Sumbawa, and other supporting information; second, target domain was classified into thirteen: 1) feeling, 2) women character, 3) women body, 4) women face, 5) women beauty, 6) women role, 7) time when women were getting married, 8) relationship between women and men, 9) women behavior, 10) women status, 11) women life rules, 12) women as precious beings, and 13) women power. In addition, there were eleven types of source domains used as a reference to form metaphors of women that were plant, animal, inanimate objects, energy, cosmos, something consumed by people, earth surface, human being, tools, fabric and jewelry, mystical thing, and places; third, the society’s point of view reflected in metaphorical expressions consisted of 1) women as precious human beings, 2) women life rules, 3) women dependency on men, 4) women as sources of life and serenity, 5) women beauty, 6) women ugliness, 7) women determination, and 8) noble women; fourth, the function of metaphors in this research was to give advice, admiration, and satire. Besides, metaphors were also used to express regret, gratitude, hope, simplification, happiness, resignation, and mocking. Keywords: Metaphor, Woman, Lawas, Ama Samawa, Sumbawa

Kata Kunci : Metafora, Perempuan, Lawas, Ama Samawa, Sumbawa

  1. S2-2018-404296-Abstract.pdf  
  2. S2-2018-404296-Bibliography.pdf  
  3. S2-2018-404296-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-404296-Title.pdf