Laporkan Masalah

PERHITUNGAN PERSENTASE DAN POLA KEJADIAN PENYAKIT RHINITIS PADA KUCING DI RUMAH SAKIT HEWAN PROF. SOEPARWI TAHUN 2014-2016

ANINDITO AGUNG N, drh. Sitarina Widyarini, M.P., Ph.D

2018 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWAN

Rhinitis merupakan penyakit pernafasan bagian atas yang sering menyerang kucing. Gejala klinis ditandai dengan leleran yang keluar dari hidung, bersin-bersin, dan kesulitan bernafas. Rhinitis disebabkan oleh virus, bakteri, jamur maupun benda asing. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemetaan dari rhinitis berdasarkan umur, ras, dan iklim di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi selama periode 2014-2016. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk pengambilan data sekunder dengan variabel umur kucing, ras, iklim, dan kasus rhinitis tiap tahunnya. Data yang terkumpul dilakukan perhitungan dan analisis dengan Microsoft Excel dan analisa deskriptif. Kasus rhinitis pada kucing yang teramati selama periode penelitian berlangsung adalah 447 kasus dari total 12.275 kasus di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi. Hasil dari analisis dan perhitungan menunjukkan bahwa kejadian rhinitis pada Rumah Sakit Hewan Soeparwi adalah sebesar 3,7%. Didapati ada variasi pada umur, ras, dan iklim pada data yang dianalisis. Kejadian tertinggi berdasarkan umur adalah pada umur kurang dari satu tahun yaitu 56,8% dan terendah pada umur 3-4 tahun yaitu 4,4%. Kejadian tertinggi pada berdasarkan ras adalah pada ras kucing domestik yaitu 82,2% dan kejadian terendah pada ras maine coon yaitu 0,6%. Kejadian tertinggi berdasarkan iklim pada tahun 2015 dan 2016 terdapat pada bulan Juli dan Agustus yaitu 19% dan 17,1%, dan pada tahun 2014 yaitu pada bulan Desember sebanyak 13,9%.

Rhinitis is a upper respiratory disease that often happen in cat. Clinical signs are shown by nasal discharge, wheezing, and apnea. Rhinitis is caused by virus, bacteria, fungi, and foreign object. The aim of this research was to find out the pattern of feline rhinitis occurrence based on age, breed and climate at Prof. Soeparwi Veterinary Hospital in 2014-2016. The research was carried out in the form of secondary data retrieval with the variables feline age, breed, climate and rhinitis cases every year. The obtained data were counted and evaluated by using Microsoft Excel and descriptive analytics. A total of 447 cases of feline rhinitis was found from total of 12.275 feline cases in Prof. Soeparwi Veterinary Hospital. The result of analysis and and counting shown that rhinitis occurences in Prof. Soeparwi Veterinary Hospital are 3,7%. It is found that there were variations in age, breed, and climate. The highest occurrence within the age range are from under 1 year old was 56,8% and lowest was on age 3-4 years old amounting to 4,4%. The highest occurrence on breed variations is domestic breed was 82,2% and the lowest occurrence on maine coon breed amounting to 0,6%. The highest occurrence on climate variation was on July 2015, August 2016 and Desember 2014 respectively 19%; 17,1%; 13,9%.

Kata Kunci : rhinitis, umur, ras, iklim, Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi

  1. S1-2018-366076-abstract.pdf  
  2. S1-2018-366076-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-366076-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-366076-title.pdf