Laporkan Masalah

DAYA SAING USAHATANI TEBU UNTUK GULA MANGKOK DI KABUPATEN MADIUN

FIGURIA DINANDAR PUTRI, Dr. Jamhari, S.P., M.P.;Ir. Any Suryantini, M.M., Ph.D.;Dr. Ir. Lestari Rahayu Waluyati, M.P.

2018 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNIS

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan bahan baku gula yang berperan penting dalam menggerakkan perekonomian. Kabupaten Madiun sebagai salah satu wilayah di Jawa Timur menjadikan pertanian sebagai sektor utama kontribusi. Kondisi geografis Kabupaten Madiun memiliki potensi besar dalam bidang pertanian terlebih untuk komoditas perkebunan seperti tebu, sehingga tebu ditetapkan sebagai komoditas unggulan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui daya saing usahatani tebu untuk gula mangkok di Kabupaten Madiun. (2) Mengetahui dampak kebijakan pemerintah terhadap usahatani tebu untuk gula mangkok di Kabupaten Madiun. (3) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi daya saing usahatani tebu untuk gula mangkok di Kabupaten Madiun. Metode yang digunakan yaitu Policy Analysis Matrix (PAM) untuk mengetahui daya saing dan dampak kebijakan, serta metode analisis regresi Ordinary Least Square(OLS) untuk mengetahui faktor daya saing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani tebu untuk gula mangkok di Kabupaten Madiun memiliki keunggulan kompetitif, namun tidak memiliki keunggulan komparatif. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Rasio Biaya Privat (PCR) kurang dari 1 yaitu 0,54 dan nilai Rasio Biaya Sumber Daya Domestik (DRCR) dengan nilai DRCR lebih dari 1 yaitu 1,39. Dampak kebijakan pemerintah memberikan proteksi terhadap output dan input usahatani tebu yang berakibat petani menerima harga output lebih tinggi dibandingkan harga sosialnya dan harga input yang lebih rendah dibandingkan harga sosialnya. Daya saing usahatani tebu diperngaruhi oleh ratoon, dengan semakin sedikit dilakukan ratoon akan meningkatkan daya saing.

Sugarcane (Saccharum officinarum L.) is a sugar raw material, has an important role in driving the economy. Madiun District as one of the areas in East Java has made agriculture the main contribution sector. The geographical condition of Madiun Regency has great potential in agriculture especially for plantation commodities such as sugarcane, so that sugarcane is designated as a pre-eminent commodity. The aims of this study are to (1) Determine the competitiveness of sugarcane farming for sugar bowl in Madiun. (2) The impact of goverment policy to sugarcane farming for sugar bowl in Madiun. (3) Determine factors that influence the competitiveness of sugarcane for sugar bowl in Madiun. The methods for this study were Policy Analysis Matrix (PAM) to determine the competitiveness and goverment impact, also used Ordinary Least Square(OLS) regression analysis to determine the competitiveness factors. The results showed that sugarcane farming in Madiun has a competitive advantage, but does not have a comparative advantage. It was indicated by the the value of Private Cost Ratio (PCR) less than 1 which is 0,54 and the value of Domestic Resource Cost Ratio more than 1 which is 1,39. Impact of the goverments policy gave protection to the output and input of sugarcane farming resulting farmer took output price higher that social price and input price lowest that social price. The competitiveness of sugarcane farming for sugar bowl influenced by ratoon resulting that the fewer ratoon can improved the competitiveness.

Kata Kunci : Tebu, Gula Mangkok, Daya Saing, PAM, Kebijakan Pemerintah,Sugarcane, Sugar Bowl, Competitiveness, PAM, Goverment Policy.

  1. S1-2014-364355-abstract.pdf  
  2. S1-2014-364355-bibliography.pdf  
  3. S1-2014-364355-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2014-364355-title.pdf