Kelayakan Usahatani Tebu di Kabupaten Ngawi dan Magetan
RISMA DEWI NUGRAHENI, Prof. Dr. Ir. Irham, M.Sc.; Fatkhiyah Rohmah, S.P., M.Sc.; Agus Dwi Nugroho, S.P., M.Sc.
2018 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISKeberlanjutan usahatani dapat diketahui dari kelayakan usahataninya. Dari analisis kelayakan, petani dapat melihat perbandingan biaya yang dikorbankan dengan benefit yang diperoleh, sehingga petani dapat mengambil keputusan untuk tindakan yang harus dilakukan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbandingan biaya dari usahatani tebu tanam dan tebu kepras, (2) mengetahui perbandingan pendapatan dan keuntungan dari usahatani tebu tanam dan tebu kepras, (3) dan menganalisis kelayakan masing-masing usahatani tebu pada tebu tanam dan tebu kepras di Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 70. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis biaya; analisis pendapatan dan keuntungan; serta kelayakan usahatani tebu dengan metode Rasio R/C, Rentabilitas, dan Titik Impas (BEP) dari produksi, penerimaan, dan harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya usahatani tebu pada tebu tanam lebih tinggi dibandingkan tebu kepras di Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan; pendapatan dan keuntungan usahatani tebu pada tebu kepras lebih tinggi di bandingkan tebu tanam pada Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan; serta usahatani tebu pada tebu tanam dan tebu kepras di Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Magetan layak untuk diusahakan.
The sustainability of farming can be known from the feasibility of farming. From the feasibility analysis, farmers can see the comparison between costs incurred with the benefits obtained, so farmers can make decisions for the actions to be done next. The object of this research is (1) to know the cost comparison between plant crop and ratoon crop, (2) to know the income and profit comparison between plant crop and ratoon crop, (3) and to analyze the feasibility of sugarcane farming in plant crop and ratoon crop in Ngawi and Magetan Districts. The sampling technique in this research is purposive sampling with a sample size of 70. The analysis method that used in this study is cost analysis; analysis of income and profit; and the feasibility of sugarcane farming with R/C ratio, rentability, and Break Even Point (BEP) of production, revenue, and price. The results showed that the cost of sugarcane farming in plant crop is higher than ratoon crop in Ngawi and Magetan Districts; the income and profit of sugarcane farming of ratoon crop is higher than plant crop in Ngawi and Magetan Districts; and sugarcane farming on plant crop and ratoon crop in Ngawi and Magetan Districts are feasible to be cultivated.
Kata Kunci : Kelayakan, biaya, pendapatan, keuntungan, tebu, tebu tanam, tebu kepras