Laporkan Masalah

ANALISIS SUMBER PENGHIDUPAN NELAYAN JARING INSANG DI KELURAHAN CILACAP KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP

MAYA TRIHARDIYANI, Ir. Supardjo Supardi D.,S.U

2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBERDAYA AKUATIK

Jaring insang rampus 2 inch dan jaring insang sirang 4,5 inch adalah alat tangkap jaring yang paling banyak digunakan oleh nelayan Kelurahan Cilacap. Target utama tangkapan ikan menggunakan alat tangkap jaring insang yaitu ikan yang memiliki nilai jual tinggi seperti ikan layur dan ikan bawal putih. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aset penghidupan yang dimiliki nelayan gill net di Kelurahan Cilacap, Kabupaten Cilacap. Penelitian lapangan dilakukan pada bulan Januari 2018 hingga Maret 2018 menggunakan metode survai. Survai yang dilakukan meggunakan metode simple random sampling dengan total responden 80 orang terdiri dari 40 nelayan juragan dan 40 nelayan anak buah kapal (ABK) dengan alat tangkap gill net rampus dan sirang. Aset penghidupan yang dimiliki nelayan gill net Kelurahan Cilacap terdiri dari lima modal yaitu modal alam, modal fisik, modal manusia, modal finansial, dan modal sosial. Modal alam yang utama dapat diakses yaitu sumber daya ikan (100,00%). Modal fisik yang dimiliki antara lain kapal dan alat tangkap (50,00%), kendaraan (83,75%) berupa motor dan sepeda, telepon (87,50%), televisi (100,00%), radio (10,00%), internet (8,75%). Modal manusia yang dimiliki berupa keterampilan dibidang perikanan (91,25%), modal finansial berupa tabungan (76,25%) . Modal sosial yang penting bagi penghidupan nelayan meliputi kearifan lokal , gotong royong, dan organisasi kelompok nelayan. Permasalahan utama yang dihadapi nelayan berasal dari modal alam berupa musim paceklik (100,00% responden), berasal dari manusia yaitu rendahnya tingkat ketrampilan nelayan diluar bidang perikanan (91,25%) dan kurangnya pelatihan/penyuluhan (76,25%). Strategi yang dilakukan nelayan dalam menghadapi masalah alam adalah berpindah pekerjaan (35,00%), sedangkan untuk rendahnya tingkat ketrampilan sebagian nelayan memilih mengambil uang pada tabungan (57,50%) dan untuk kurangnya pelatihan penyuluhan belum terdapat strategi khusus untuk mengatasinya.

Two inches rampus and 4,5 inch sirang net are the most used gill net fishing gear by fisherman in Cilacap Village. The main target of fish catch are layur and bawal which has high selling value. The aim of this research is to know livelihood assets owned by gill net fishermans in Kelurahan Cilacap, Kabupaten Cilacap. This research was conducted during January 2018 to March 2018 using survey method. The survey was conducted using simple random sampling method with total 80 respondents consisted of 40 skippers and 40 crews (ABK) with gill net fishing equipment rampus and sirang. Livelihood assets owned by gill net fishermans of Cilacap Village consisted of five capitals, namely natural capital, physical capital, human capital, financial capital, and social capital. The main natural capital can be accesed is fish resources (100,00%). Physical capital included ware ship and fishing gear (50,00%), vehicle (83,75%) in the form of motorcycle and bicycle, telephone (87,50%), television (100,00%). Human capital was owned in the form of skills in the field of fisheries (91,25%), financial capital in the form of savings (76,25%). The importance of social capital for the livelihood of fisherman was local wisdom, mutual cooperation, and group organization of fisherman. The strategy undertaken by fisherman in facing the problem of major natural capital is unpredictable season is job migration (35,00%). The low level of fisherman skill outside the fishery sector makes some fisherman choose to take money on savings (57,50%).

Kata Kunci : aset, jaring insang, jaring rampus, Kelurahan Cilacap, nelayan, strategi

  1. S1-2018-365133-abstract.pdf  
  2. S1-2018-365133-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-365133-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-365133-title.pdf