Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat oleh Pemimpin Pendapat (Studi Deskriptif Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat oleh Pemimpin Pendapat pada Masyarakat Dusun Sukunan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)
ALIFATURROHMAH, Dr. Rajiyem, S.I.P., M.Si; Ardian Indro Yuwono, S.I.P.,M.A.; Drs. Budi Sayoga, M.Kes.
2018 | Skripsi | S1 ILMU KOMUNIKASIKomunikasi Pemberdayaan Masyarakat (KPM) adalah komunikasi pembangunan yang humanis di bawah naungan paradigma partisipatoris. KPM hadir untuk membantu keberhasilan diseminasi pesan-pesan pemberdayaan sekaligus program-programnya. KPM yang dilakukan oleh pemimpin pendapat merupakan alternatif bagi komunikasi pemberdayaan masyarakat agar komunikasi berjalan secara dua arah (dialogis) dan sejajar demi terwujudnya partisipasi masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan aktivitas komunikasi pemberdayaan masyarakat oleh pemimpin pendapat di Sukunan, Gamping, Sleman, DIY yang telah berkiprah sekitar 16 tahun. Pengumpulan data melalui teknik wawancara, dokumentasi, dan observasi terhadap hasil-hasil fisik maupun nonfisik pemberdayaannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keteladanan adalah nilai yang dijunjung tinggi oleh pemimpin pendapat dan merupakan wujud nilai kepemimpinannya. Di samping itu, Dia juga memegang nilai sosial-ekologi, ekonomi, dan keagamaan. Nilai-nilai tersebut terlihat dalam praktik kehidupan sehari-harinya dan termuat dalam pesan-pesan pemberdayaannya untuk membangun masyarakat menjadi manusia yang seutuhnya. Pendekatan Bahasa Indonesia digunakan untuk memudahkan proses komunikasi sekaligus bahasa yang mudah dipahami dibanding bahasa daerahnya yang memiliki tingkatan tertentu. Komunikasi dilakukannya secara dialogis dan cenderung interpersonal untuk membangun partisipasi masyarakat Sukunan. Didukung pendekatan dinamika kelompok melalui permainan, perlombaan, diskusi, dan demo sebagai cara yang interaktif. maka terciptalah empowered participation. Kaderisasi merupakan hal yang penting dalam pemberdayaan masyarakat. Begitu juga dengan kerjasama yang dilakukan dengan berbagai pihak untuk memuluskan upaya pemberdayaan. Sasaran komunikasi pemberdayaannya meliputi seluruh warga tanpa membeda-bedakan usia, gender, maupun latar belakang lainnya. Monitoring dan evaluasi dilakukannya secara beriringan. Dari hasil wawancara, terlihat feedback masyarakat positif dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan konatifnya.
Communication for Empowerment (C4E) is a humanist development communication under participatory paradigm. C4E exists to help the success of the dissemination of empowerment messages and programmes. C4E by the opinion leader is an alternative to communication for empowerment.The communication will be two-way (dialogic) and equal for the sake of the realization of community participation. This research is a descriptive research that will explain the communication for empowerment activity by the opinion leader in Sukunan, Gamping, Sleman, Special Region of Yogyakarta, that have been take part for 16 years. Data collect by interview, documentation, and observation toward the physical results as well as the nonphysical results of the empowerment. The research results show that opinion leader uphelds example as the value and also the embodiment of opinion leader�s leadership value. Beside that, the opinion leader also holds social-ecological value, economy, and religiosity. The values is seen in the everyday life and loaded in the empowerment messages to develop community become the whole human. Communication process use Indonesian Language approach to simplifying it and also the language that easy to understand, compared to local language that have certain levels. The opinion leader is doing the the communication dialogicly and rather interpersonal to build the participation of Sukunan people. The support of group dynamics approach, through the games, contests, discusions, and demonstrations as the interactive ways, make the empowered participation. Regeneration is the most important thing in the community empowerment. Cooperation with several parties also impacts the sustainability of empowerment effort. The target of empowerment communication embrace all people without seeing the age, gender, or others background. Monitoring and evaluation held hand in hand. The interview results show the positive feedback from the community from the aspects of cognitive, affective, and conative.
Kata Kunci : komunikasi pemberdayaan masyarakat/ Communication for Empowerment, pemimpin pendapat/ opinion leader, partisipasi/ participation, dialog/ dialogue, komunikasi interpersonal/ interpersonal communication, dinamika kelompok/ group dynamics