Laporkan Masalah

FITOREMEDIASI MERKURI PADA AIR LIMBAH TAMBANG EMAS RAKYAT MENGGUNAKAN MENDONG (FIMBRISTYLIS GLOBULOSA) (RETZ.) KUNTH

AYU ARY SANTHI SASMITHA CAHYA GUNARSA, Drs. Namastra Probosunu, M.Si.

2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBERDAYA AKUATIK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan tumbuhan mendong (Fimbristylis globulosa) terhadap tingkat penurunan konsentrasi merkuri yang terdapat pada air limbah tambang emas rakyat dan mengetahui kemampuan tumbuhan tersebut dalam menyerap merkuri. Penelitian ini menggunakan 4 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan dan disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan terdiri dari A (kontrol/tanpa mendong), B (1 kg mendong), C (2 kg mendong) dan D (3 kg mendong) yang diletakan pada bak yang berisi 10 liter air limbah tambang emas rakyat. Parameter kualitas air yang diamati yaitu kadar merkuri pada air limbah, pH dan suhu air pada hari ke-0, ke-7, ke-14 dan ke-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mendong (F. globulosa) mampu mengurangi kadar merkuri pada air limbah tambang emas rakyat. Konsentrasi merkuri pada air limbah tambang emas sebelum diberikan perlakuan dengan tumbuhan mendong (F. globulosa) yaitu 4,019 mg/L. Setelah diberikan perlakuan dengan tumbuhan mendong, konsentrasi merkuri pada air limbah turun menjadi 0,170-0,340 mg/L. Penyerapan merkuri tertinggi (sebesar 96%) terdapat pada perlakuan menggunakan tumbuhan mendong (F. globulosa) sebanyak 2 kg. Nilai biokonsentrasi tertinggi yaitu 172,000 mg/kg (tergolong akumulasi sedang) terdapat pada perlakuan biomassa 2 kg.

The research aimed to know the effect of mendong plant (Fimbristylis globulosa) treatment to the level of mercury concentration in the local gold mine waste water and to observed the ability of mendong plant to absorb mercury in the local gold mine waste-water. The study were used Completely Randomized Design with 4 treatments and3 replications. The treatments consist of A (control / without mendong), B (1 kg mendong), C (2 kg mendong) and D (3 kg mendong), respectively. Observed variables i.e. mercury levels in waste water, pH and water temperature on day 0, day 7, day 14, and day 21. The results showed that mendong was able to reduce mercury levels in local gold mine waste-water. The concentration of mercury in gold mine waste water before being given treatment is 4,019 mg/L. After being treated, the mercury concentration in the waste-water decreased to 0,170-0,340 mg/L. The highest mercury absorption (96%) contained in the treatment of 2 kg of mendong (F. globulosa). The highest bioconcentration value is 172,000 mg/kg (classified as moderate accumulation) contained in biomass treatment 2 kg.

Kata Kunci : fitoremediasi, mendong (Fimbristylis globulosa), merkuri, kualitas air, faktor biokonsentrasi

  1. S1-2018-365141-abstract.pdf  
  2. S1-2018-365141-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-365141-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-365141-title.pdf