Laporkan Masalah

Hubungan Patron Klien pada Nelayan Pancing Ulur di Pantai Sadeng Kabupaten Gunungkidul

NADHIRA YASMIN, Ir. Supardjo Supardi D.,SU. ; Anes Dwi Jayanti.,S.Pi, M.Agr

2018 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBERDAYA AKUATIK

Hubungan patron-klien merupakan hubungan antara individu yang memiliki perbedaan status sosial. Individu yang memiliki modal, sarana produksi, dan status sosial lebih tinggi disebut patron, sedangkan individu yang memiliki tenaga dan status sosial lebih rendah disebut klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui organisasi produksi dan hubungan kerja serta mengetahui hubungan patron-klien pada masyarakat nelayan pancing ulur di Pantai Sadeng. Penelitian dilakukan di Pantai Sadeng selama bulan Februari-Maret 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner kepada empat orang juragan darat, empat orang juragan laut, empat orang juragan darat merangkap juragan laut, dan 28 anak buah kapal (ABK). Wawancara mendalam dilakukan terhadap satu orang informan kunci untuk mengetahui fenomena patron-klien pada nelayan pancing ulur di Pantai Sadeng. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Patron yang teridentifikasi pada nelayan pancing ulur di Pantai Sadeng yaitu pengambak dan juragan darat. Klien yang teridentifikasi pada nelayan pncing ulur di Pantai Sadeng adalah nahkoda, dan anak buah kapal.

Patron-client relationship are relations between individuals with different social status. Individuals who have capital, productive tools, and hold higher social status are called patron and individuals who have energy and hold lower social status are called client. This research aims to know the production organization and employment relationship also knowing patron-client relationship at hand line fisherman in Sadeng. This study was done in Sadeng during February until March 2018. The research method used is stratified random sampling. Data collection was done by interview using questionnaire to eight ship owners, four ship masters, and twenty eight labor. In depth interview was conducted on one key-informant to explore the patron-client phenomenon. Data were analyzed by using descriptive analysis. Patron and client in work relations were different from social relations. The patrons identified in handline fisherman are Pengambak (fish collector) and ship owners. The clients identified in handline fisherman are ship master and labor.

Kata Kunci : hubungan, patron-klien, nelayan pancing ulur, Pantai Sadeng / Relationship, patron-client, hand line, Sadeng

  1. S1-2018-369701-abstract.pdf  
  2. S1-2018-369701-bibliography.pdf  
  3. S1-2018-369701-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2018-369701-title.pdf