Laporkan Masalah

Pengaruh Susu Sinbiotik (Lactobacillus plantarum Dad13-Fruktooligosakarida) dengan Fortifikasi Zat Besi dan Zink terhadap Pertumbuhan Balita Stunting: Studi Randomized Controlled Trial

KARINA MUTHIA SHANTI, Dr. Siti Helmyati, DCN, M.Kes.; Dr. Lily Arsanti Lestari, STP., MP.

2018 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Defisiensi zat gizi mikro banyak terjadi pada balita dan menyebabkan stunting. Fortifikasi zat besi dan zink pada susu diketahui cost-effective dan berkelanjutan guna menangani masalah stunting. Namun, pemberian zat besi dapat meningkatkan bakteri patogen saluran cerna. Penambahan sinbiotik pada susu dapat menjadi solusi, serta berdampak positif pada pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian susu sinbiotik (Lactobacillus plantarum Dad13 dan fruktooligosakarida) dengan fortifikasi zat besi dan zink terhadap pertumbuhan balita stunting. Metode: Penelitian double-blind randomized controlled trial dilakukan dengan subjek balita stunting usia 2-5 tahun di Kecamatan Seyegan, Sleman. Sebanyak 94 subjek dirandomisasi ke dalam kelompok intervensi diberi susu sinbiotik (Lactobacillus plantarum Dad13 dan FOS) yang difortifikasi dengan ferro sulfat dan zink asetat atau kelompok kontrol diberi susu sinbiotik (Lactobacillus plantarum Dad13 dan FOS) tanpa fortifikasi. Pemberian intervensi sebanyak 100 mL susu/hari dilakukan selama 3 bulan. Pertumbuhan balita diukur sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Hasil: Analisis dilakukan pada 81 subjek pada dua kelompok, yaitu balita stunting yang diberi susu sinbiotik dengan fortifikasi zat besi dan zink (n=38) dan balita stunting yang diberi susu sinbiotik tanpa fortifikasi (n=43). Perbedaan rata-rata pertumbuhan antara kedua kelompok yaitu perubahan tinggi badan 0,08 (95% CI: -0,72-0,92, p=0,363) cm dan z-score TB/U 0,03 (95% CI: -0,14-0,20, p=0,384). Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan yang signifikan antara kedua kelompok. Kesimpulan: Penambahan zat besi dan zink pada susu sinbiotik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan balita stunting.

Background: Micronutrient deficiencies are common problem among preschool children in developing countries and often lead to growth faltering. Iron and zinc fortification in milk containing synbiotic could be a cost-effective and sustainable strategy to overcome stunting. This study evaluated the effect of iron and zinc fortification in synbiotic milk (Lactobacillus plantarum Dad13 and fructooligosacharides) on growth of preschool children with stunting. Methods: A double-blind, randomized controlled trial was performed to stunting preschool children aged 2-5 years in Seyegan, Sleman. Children were randomly allocated to receive either synbiotic milk (Lactobacillus plantarum Dad13 and FOS) with addition of ferrous sulfate and zinc acetate or synbiotic milk (Lactobacillus plantarum Dad13 and FOS) without addition of micronutrient for three months (100 mL per day) (n=94). Growth of children was assessed before and after the intervention. Results: 81 participants were analysed. Comparing fortified synbiotic milk group (n=38) to non-fortified milk group (n=43), the mean differences of growth between groups were 0.08 (95% CI: -0.72-0.92, p=0.363) cm for height change and 0.03 (95% CI: -0.14-0.20, p=0.384) for HAZ change. There was no significant difference of growth between groups. Conclusion: Provision of additional iron and zinc fortification in synbiotic milk has no effect on growth of stunting preschool children.

Kata Kunci : balita stunting, fortifikasi zat besi dan zink, pertumbuhan, susu sinbiotik

  1. S2-2018-403279-abstract.pdf  
  2. S2-2018-403279-bibliography.pdf  
  3. S2-2018-403279-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2018-403279-title.pdf